Larangan Menyembelih Induk dan Anak
Imamat 22:27
Kekudusan Persembahan dan Para Imam
““Bila lahir seekor sapi, domba, atau kambing, anak hewan itu harus tinggal bersama induknya selama tujuh hari. Sejak hari kedelapan dan seterusnya, hewan itu dikenan TUHAN untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran.”Imamat 22:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Apabila seekor anak lembu atau anak domba atau anak kambing dilahirkan, maka haruslah itu tinggal tujuh hari lamanya dengan induknya, tetapi sejak hari kedelapan dan seterusnya TUHAN berkenan akan binatang itu kalau dipersembahkan berupa korban api-apian bagi-Nya. Imamat 22.28–23.2 123”Imamat 22:27 · TB
Terjemahan Baru
“(22:26)”Imamat 22:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika seekor anak sapi, domba, atau kambing lahir, biarlah dia tinggal dengan induknya selama tujuh hari. Sesudah hari kedelapan barulah anak hewan boleh dipersembahkan di mezbah bagi-Ku.”Imamat 22:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“When a bullock, or a sheep, or a goat, is brought forth, then it shall be seven days under the dam; and from the eighth day and thenceforth it shall be accepted for an offering made by fire unto the LORD.”Imamat 22:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 22:27?
Ayat ini menegaskan bahwa anak hewan harus tinggal bersama induknya selama tujuh hari pertama, dan baru boleh dipersembahkan sebagai kurban bakaran pada hari kedelapan. Ini menekankan pentingnya proses dan kesiapan sebelum dipersembahkan kepada Tuhan.
Latar belakang
Jangan Menyembelih Induk dan Anak pada Hari yang Sama
Tuhan memerintahkan agar jangan menyembelih induk dan anaknya pada hari yang sama, baik sapi maupun domba. Ini adalah larangan yang menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan dan hubungan keluarga dalam dunia hewan, serta mengajarkan belas kasihan.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, di tengah perkemahan Israel
Kapan
±1445 SM
Perjalanan ke Kanaan
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, pemberi hukum
Kepada
Musa
Pemimpin Israel, perantara Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁחַט
shachat · menyembelih
menyembelih, membantai
אֵם
em · induk
ibu, induk
בֵּן
ben · anak
anak, anak laki-laki
Kata 'em' (ibu) dan 'ben' (anak) menekankan ikatan keluarga, sementara 'shachat' (menyembelih) menunjukkan tindakan kekerasan. Larangan ini mengajarkan bahwa bahkan dalam ibadah, kita tidak boleh mengabaikan belas kasihan dan hubungan alamiah.
Tahukah kamu
Prinsip Kasih dalam Hukum
Perintah ini mirip dengan larangan mengambil anak burung yang sedang mengeram, menunjukkan bahwa hukum-hukum ini dirancang untuk menanamkan kasih dan kepekaan terhadap ciptaan Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 22:27
Imamat 22:28
Ayat yang sama
“Jangan menyembelih induk dan anaknya pada hari yang sama, baik itu sapi maupun domba.”
Ulangan 22:6
Belas kasihan
“Apabila engkau menjumpai sarang burung di jalan, dengan anak-anaknya atau telurnya, dan induknya sedang mendekap anaknya, janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya.”
Amsal 12:10
Memelihara binatang
“Orang benar memelihara hidup binatangnya, tetapi hati orang fasik kejam.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 22:27
✕ Sering dikira
Larangan ini hanya berlaku untuk korban bakaran, bukan untuk penyembelihan biasa.
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'jangan menyembelih' tidak dibatasi pada konteks kurban; ini adalah aturan umum tentang penyembelihan.
✕ Sering dikira
Larangan ini tidak penting karena hewan tidak punya perasaan.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab mengajarkan bahwa hewan adalah ciptaan Tuhan, dan perintah ini menanamkan sikap hormat terhadap kehidupan, termasuk hewan.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 22:27
Jangan terburu-buru dalam hal rohani. Seperti hewan yang perlu waktu bersama induknya, kita juga perlu bertumbuh dalam kasih karunia dan kedewasaan sebelum melayani Tuhan secara maksimal.
Tuhan, tolong aku untuk tidak terburu-buru tetapi bertumbuh dengan baik dalam pengenalan akan Engkau sebelum melayani-Mu. Amin.