Saudari yang Masih Sendiri
Imamat 21:3
Kekudusan Para Imam
“saudaranya perempuan yang masih perawan, yang dekat dengannya karena belum memiliki suami. Untuknya imam boleh menajiskan diri.”Imamat 21:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“saudaranya perempuan, yang masih perawan dan dekat kepadanya karena belum mempunyai suami, dengan mereka itu bolehlah ia menajiskan diri.”Imamat 21:3 · TB
Terjemahan Baru
“atau saudaranya perempuan yang belum kawin, dan tinggal serumah dengan dia.”Imamat 21:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“atau saudarinya yang belum menikah dan masih tinggal dengannya. Bagi saudarinya yang masih berada di bawah naungannya itu, imam diperbolehkan menjadi najis dengan menguburkan jenazahnya.”Imamat 21:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And for his sister a virgin, that is nigh unto him, which hath had no husband; for her may he be defiled.”Imamat 21:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 21:3?
Imamat 21:3 melanjutkan daftar kerabat dekat yang boleh ditajiskan oleh imam, termasuk saudara perempuan yang masih perawan dan tinggal dekat dengannya karena belum menikah. Aturan ini menunjukkan perhatian Allah pada hubungan keluarga dan tanggung jawab imam untuk mendukung anggota keluarga yang rentan.
Latar belakang
Saudari yang belum menikah masih jadi tanggung jawab imam
Pengecualian keluarga dekat dilanjutkan ke saudari perempuan — tapi hanya yang masih perawan dan belum bersuami. Kenapa? Karena di dunia Timur Tengah kuno, saudari yang belum menikah masih secara hukum berada di bawah perlindungan keluarga laki-lakinya. Begitu menikah, tanggung jawab itu pindah ke suaminya.
Di mana
Gurun Sinai
Di kaki Gunung Sinai · suasana perkemahan yang serius
Kapan
~1445 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Para Imam (anak-anak Harun)
Pelayan ibadah di Kemah Suci
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בְּתוּלָה
betulah · perawan
Gadis yang belum menikah dan tidak pernah berhubungan dengan laki-laki — kata ini juga dipakai dalam Yesaya 7:14 untuk nubuatan tentang kelahiran Yesus.
קְרֹבָה
qerovah · dekat
Dekat secara hubungan atau jarak — dari akar 'qarav' yang berarti mendekat; dipakai untuk kedekatan keluarga maupun kedekatan dengan Allah.
אִישׁ
ish · suami
Laki-laki atau suami — sama seperti kata untuk 'manusia'; menunjukkan pernikahan mengubah status seseorang secara fundamental.
Betulah (perawan/belum menikah) menentukan siapa yang bertanggung jawab atas saudari itu secara hukum. Qerovah (dekat) menggambarkan ikatan yang masih ada. Begitu ish (suami) ada, otoritas berpindah — dan imam tidak lagi wajib merawat jenazahnya.
Tahukah kamu
Status hukum perempuan di Israel kuno
Perempuan belum menikah secara hukum ada di bawah otoritas ayah atau saudara laki-lakinya. Ketika saudari imam meninggal sebelum menikah, imam-lah yang bertanggung jawab atas penguburannya — ini bukan aturan diskriminatif, tapi cerminan sistem perlindungan sosial kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 21:3
Bilangan 27:9-11
hak perempuan belum menikah
“Jika seseorang meninggal tanpa anak laki-laki, berikanlah warisannya kepada anak perempuannya...”
Rut 1:11-13
tanggung jawab keluarga
“Naomi berkata: Kembalilah, anak-anakku perempuan... Apakah aku masih mempunyai anak laki-laki dalam kandunganku?”
Imamat 21:2
daftar keluarga dekat
“kecuali keluarga dekatnya, yaitu ibu, ayah, anak laki-laki, anak perempuan, atau saudaranya laki-laki”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 21:3
✕ Sering dikira
"Imam tidak peduli saudari yang sudah menikah"
✓ Yang sebenarnya
Bukan soal kepedulian, tapi soal tanggung jawab hukum — saudari yang sudah menikah ada di bawah perlindungan suaminya, bukan saudara laki-lakinya.
✕ Sering dikira
"Aturan ini mendiskriminasi perempuan"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah sistem perlindungan di mana setiap perempuan punya pihak yang bertanggung jawab atas dirinya secara hukum — justru mencegah perempuan terabaikan.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 21:3
Kita dipanggil untuk memperhatikan keluarga kita, terutama mereka yang rentan seperti saudara yang belum menikah atau yang membutuhkan dukungan. Jangan hanya sibuk dengan pelayanan, tetapi juga ingatlah untuk hadir bagi keluarga kita. Cobalah luangkan waktu untuk menelepon atau mengunjungi saudaramu yang membutuhkan.
Tuhan, ajari aku untuk memperhatikan dan mendukung keluargaku, terutama mereka yang membutuhkan. Amin.