TUHAN berbicara kepada Musa di Kemah Suci

Imamat 12:1-8

Peraturan tentang Ibu yang Melahirkan

1TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya, 2“Katakanlah kepada bangsa Israel perkataan ini: ‘Apabila seorang perempuan mengandung dan melahirkan anak laki-laki, dia akan najis selama tujuh hari, sebagaimana ketika datang bulan, dia menjadi najis. 3Pada hari kedelapan, daging kulit khitan bayi itu harus disunat. 4Perempuan itu harus tetap ada dalam penyucian nifasnya selama 33 hari. Dia tidak boleh menyentuh sesuatu yang dikuduskan atau masuk ke tempat kudus, sampai hari penyuciannya genap. 5Akan tetapi, jika dia melahirkan bayi perempuan, dia menjadi najis selama 2 minggu, sebagaimana ketika datang bulan, dan dia harus tetap ada dalam masa penyucian dari nifasnya selama 66 hari. 6Setelah masa penyuciannya genap, baik dia melahirkan anak laki-laki atau perempuan, dia harus membawa persembahan kepada imam di pintu tenda pertemuan, yaitu domba berumur setahun sebagai persembahan bakaran dan seekor merpati muda atau burung tekukur sebagai persembahan penghapus dosa. 7Imam harus mempersembahkannya di hadapan TUHAN dan mengadakan pendamaian untuk perempuan itu karena lelehan darahnya. Itulah hukum bagi dia yang melahirkan bayi laki-laki atau perempuan. 8Jika dia tidak mampu menyediakan domba, dia boleh membawa dua ekor burung tekukur atau dua ekor burung merpati muda. Yang seekor untuk persembahan bakaran dan yang seekor untuk persembahan penghapus dosa, lalu imam harus mengadakan pendamaian baginya sehingga dia menjadi tahir.”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Pembukaan hukum kemurnian ibu

Setelah memberikan serangkaian hukum persembahan, TUHAN kini menyampaikan peraturan baru kepada Musa mengenai perempuan yang baru melahirkan. Ini bukan hukuman — melainkan sistem perlindungan dan pemulihan. Musa berperan sebagai perantara firman Tuhan kepada umat Israel.

Di mana

Padang Gurun Sinai

Di dalam Kemah Suci · suasana khidmat di gurun

Kapan

~1446 SM

Peristiwa Keluaran

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hukum persembahan bakaran
Peraturan kenajisan ibu
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel yang berbicara langsung kepada Musa

M

Kepada

Musa

Pemimpin dan nabi Israel, ~1400 SM

Arti tiap ayat

Penjelasan Imamat 12:1-8 Ayat per Ayat

Imamat 12:1

TUHAN berbicara langsung kepada Musa, menunjukkan bahwa aturan-aturan tentang kelahiran dan penyucian bukanlah buatan manusia, melainkan firman Allah yang harus disampaikan kepada umat-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:2

Seorang perempuan yang melahirkan anak laki-laki dianggap najis selama tujuh hari, sama seperti saat menstruasi. Ini menekankan realitas fisik dari proses kelahiran dan kebutuhan akan pemulihan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:3

Pada hari kedelapan, bayi laki-laki harus disunat. Ini adalah tanda perjanjian Allah dengan Abraham dan menjadi identitas umat Israel, menandai masuknya bayi ke dalam komunitas perjanjian.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:4

Setelah tujuh hari, ibu harus menunggu 33 hari lagi untuk penyucian, total 40 hari. Selama waktu itu, ia tidak boleh menyentuh hal-hal kudus atau masuk ke tempat kudus, sampai masa penyuciannya selesai.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:5

Jika bayi perempuan, ibu najis dua minggu (14 hari) dan harus menunggu 66 hari untuk penyucian, total 80 hari. Ini mungkin mencerminkan perbedaan budaya atau pandangan tentang perempuan, tetapi yang jelas ada aturan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:6

Setelah masa penyucian selesai, ibu harus membawa persembahan: seekor domba sebagai korban bakaran dan seekor burung merpati atau tekukur sebagai korban penghapus dosa kepada imam di pintu Kemah Pertemuan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:7

Ayat ini menjelaskan bahwa setelah seorang perempuan melahirkan, ia dianggap najis secara ritual karena kehilangan darah. Namun, melalui persembahan yang dibawa imam, ia dapat dipulihkan dan diterima kembali di hadapan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Imamat 12:8

Ayat ini menunjukkan kasih Allah yang tidak membedakan status ekonomi. Jika seorang perempuan terlalu miskin untuk mempersembahkan domba, ia dapat membawa burung tekukur atau merpati sebagai gantinya. Ini mengajarkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Imamat 12 selengkapnya