Audiens yang Lamban
Ibrani 5:11
Kesulitan untuk Menjelaskan
“Ada banyak yang dapat dikatakan tentang hal ini. Akan tetapi, sulit untuk menjelaskannya karena kamu sudah menjadi lamban untuk mendengar.”Ibrani 5:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.”Ibrani 5:11 · TB
Terjemahan Baru
“Mengenai kedudukan Yesus sebagai Imam Agung, ada banyak yang perlu kami beritahukan kepadamu, tetapi sukar untuk menerangkannya sebab kalian lambat sekali mengerti.”Ibrani 5:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebenarnya masih banyak hal tentang Yesus dan Melkisedek yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Namun, hal-hal itu tidak mudah dijelaskan, karena saya tahu kalian sudah tidak mau berusaha untuk mengerti.”Ibrani 5:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Of whom we have many things to say, and hard to be uttered, seeing ye are dull of hearing.”Ibrani 5:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 5:11?
Penulis ingin menjelaskan lebih banyak tentang imamat Yesus, tetapi menghadapi kesulitan karena para pembacanya menjadi lamban untuk mendengar. Ini bukan soal kecerdasan, tetapi sikap hati yang malas dan tidak responsif terhadap kebenaran rohani.
Latar belakang
Penulis Berhenti Sejenak
Penulis mengatakan bahwa ada banyak hal yang bisa dikatakan tentang Kristus sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, tetapi sulit untuk menjelaskannya karena audiens sudah menjadi lamban untuk mendengar. Ini adalah titik di mana penulis berhenti dan memperkirakan kembali pendekatan pengajaran mereka.
Di mana
Mungkin Roma
Gereja mula-mula yang sedang belajar tentang Kristus sebagai Imam Besar
Kapan
~60-70 M
Era Kristen awal, ketika doktrin Kristus masih dalam proses dijelaskan
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Guru Kristen awal yang kesulitan menjelaskan doktrin Kristus kepada jemaat
Kepada
Jemaat Yahudi Kristen
Pengikut Yesus yang lambat menangkap pengajaran rohani yang mendalam
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
πολὺς λόγος
polus logos · much to say
banyak perkataan, banyak hal untuk dikatakan
δυσερμήνευτος
dysermeneutus · hard to interpret
sulit untuk dijelaskan, rumit untuk ditafsirkan
νωθροὶ τὰ ὦτα
nōthroi ta ōta · dull to listen
telinga yang lambat, tidak peka, sulit menangkap
Penulis memiliki banyak hal untuk dikatakan tentang Kristus, tetapi menghadapi tantangan dalam menyampaikannya karena audiens yang lamban mendengar dan tidak terbuka terhadap pengajaran yang lebih dalam.
Tahukah kamu
Kesulitan Penulis
Penulis Hebrews tidak mengatakan bahwa Kristus adalah imam yang sulit dipahami—penulis mengatakan bahwa audiens lamban mendengar. Ini adalah pengkritikan lembut tetapi jelas terhadap perkembangan spiritual yang lambat dari jemaat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 5:11
1 Korintus 3:1-2
audiens yang belum berkembang secara spiritual tidak siap untuk pengajaran mendalam
“Aku tidak dapat berbicara kepada kamu sebagai orang-orang rohani, tetapi sebagai orang-orang duniawi”
2 Timotius 4:3-4
beberapa audiens tidak mau mendengarkan pengajaran yang sulit
“Mereka tidak akan bertahan dalam doktrin yang sehat tetapi akan mengumpulkan guru sesuai keinginan mereka”
Yohanes 16:12
ada pengajaran mendalam yang tidak semua orang siap terima
“Aku masih banyak hal untuk dikatakan kepada kamu, tetapi kamu tidak dapat menanggungnya sekarang”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 5:11
✕ Sering dikira
Kristus sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek adalah konsep yang terlalu rumit untuk dipahami siapa pun
✓ Yang sebenarnya
Konsepnya bisa dipahami, tetapi audiens lambat mendengar dan tidak siap untuk pengajaran yang lebih mendalam
✕ Sering dikira
Penulis tidak bisa menjelaskan Kristus sebagai Imam Besar dengan cukup baik
✓ Yang sebenarnya
Penulis memiliki kemampuan untuk menjelaskan, tetapi audiens yang lamban mendengar membuat penjelasan menjadi sulit
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 5:11
Apakah Anda pernah merasa 'lamban mendengar'? Mungkin karena terlalu sibuk, atau kurang tertarik pada hal-hal rohani. Cobalah periksa sikap hati Anda saat membaca Alkitab: apakah Anda datang dengan kerinduan untuk belajar, atau hanya sekadar rutinitas?
Tuhan, ubahkan hatiku agar tidak lamban mendengar, tetapi selalu haus dan rindu untuk memahami firman-Mu lebih dalam. Amin.