Imam Besar yang penuh belas kasihan
Ibrani 4:14
Yesus Kristus adalah Imam Besar Kita
“Karena kita mempunyai Imam Besar Agung yang sudah naik ke surga, yaitu Yesus, Anak Allah, marilah kita terus berpegang teguh pada pengakuan kita.”Ibrani 4:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.”Ibrani 4:14 · TB
Terjemahan Baru
“Itulah sebabnya kita harus berpegang teguh pada pengakuan kepercayaan kita. Sebab kita mempunyai Imam Agung yang besar, yang sudah masuk sampai ke depan Allah--Dialah Yesus Anak Allah.”Ibrani 4:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bersyukurlah karena kita memiliki Imam Agung yang luar biasa, yaitu Yesus Anak Allah, yang sudah mendahului kita ke surga. Oleh sebab itu, marilah kita tetap berpegang teguh kepada Yesus sesuai dengan keyakinan yang sudah kita akui.”Ibrani 4:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Seeing then that we have a great high priest, that is passed into the heavens, Jesus the Son of God, let us hold fast our profession.”Ibrani 4:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ibrani 4:14?
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung yang telah naik ke surga, dan karena itu kita harus berpegang teguh pada iman kita. Imam Besar adalah perantara antara manusia dan Allah, dan Yesus menjadi perantara kita yang sempurna, jadi kita tidak perlu takut untuk tetap percaya kepada-Nya.
Latar belakang
Imam Besar yang Memahami
Kristus telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi tidak pernah berdosa. Karena pengalaman-Nya sebagai manusia, Dia memahami perjuangan kita dengan dalam dan dapat memberikan belas kasihan yang sesungguhnya.
Di mana
Surga dan dunia manusia
Yesus sebagai jembatan antara surgawi dan duniawi
Kapan
~60 M
Masa Apostolik
Yang berbicara
Penulis Ibrani
Menjelaskan karakter unik Imam Besar kita—Yesus
Kepada
Orang-orang Kristen Yahudi
Mereka yang terbiasa dengan sistem imam manusia
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
συμπαθέω (sympatheō)
merasakan bersama, turut merasakan · sympathize
Imam Besar kami truly memahami apa yang kami alami
πειράζω (peirazō)
dicobai, diuji · tempted
Godaan nyata kepada dosa—Yesus benar-benar mengalami apa yang kami alami
χωρὶς ἁμαρτίας (chōris hamartías)
tanpa dosa, bebas dari dosa · without sin
Meskipun mengalami cobaan, Yesus tidak pernah menyerah pada dosa
Yesus adalah kombinasi unik dari Allah dan manusia—memahami godaan karena mengalaminya, tapi tidak berbuat dosa karena Dia adalah Allah. Inilah Imam Besar yang sempurna dan belas kasihnya sejati.
Tahukah kamu
Dicobai Tetapi Tidak Berdosa
Yesus mengalami cobaan nyata tapi tidak pernah menyerah pada dosa. Pengalaman ini membuat belas kasihannya otentik dan membuatnya Imam Besar yang sempurna.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ibrani 4:14
Matius 4:1-11
Contoh nyata dari cobaan yang dialami Yesus, sama seperti kita
“Yesus dicobai oleh Iblis di padang gurun selama empat puluh hari”
Ibrani 2:18
Pengalaman cobaan Yesus membuat-Nya mampu membantu kita dalam cobaan
“Karena Yesus telah menderita ketika dicobai, Dia dapat menolong mereka yang sedang dicobai”
1 Yohanes 1:8-9
Kontras dengan kesucian Kristus—Dia satu-satunya yang tidak pernah berdosa
“Jika kita mengatakan kami tanpa dosa, kita menipu diri sendiri...tetapi jika kita mengakui dosa kami, Dia setia dan adil”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ibrani 4:14
✕ Sering dikira
"Karena Imam Besar kami memahami kelemahan kami, kami dapat terus berdosa tanpa rasa bersalah"
✓ Yang sebenarnya
Pemahaman Kristus tentang kelemahan kita adalah untuk membantu kami mengatasi godaan, bukan untuk memberikan lisensi berdosa
✕ Sering dikira
"Yesus dicobai tetapi tidak berdosa berarti Dia tidak benar-benar mengalami apa yang kami alami"
✓ Yang sebenarnya
Yesus mengalami cobaan nyata, mungkin bahkan lebih dalam daripada kita karena Dia suci—tapi Dia tidak pernah berkompromi dengan dosa
Renungan
Renungan Singkat Ibrani 4:14
Ketika kamu merasa goyah dalam iman, ingatlah bahwa Yesus adalah Imam Besar yang sudah menang dan naik ke surga. Dia menjadi jaminan keselamatanmu. Jadi, jangan lepaskan peganganmu pada Kristus, karena Dia tidak akan pernah meninggalkanmu.
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau adalah Imam Besar Agung yang menjadi pengantaraku. Tolong aku untuk terus berpegang teguh pada iman kepada-Mu. Amin.