Penyergapan di Gibea

Hakim-hakim 20:29

Peperangan Melawan Suku Benyamin

Lalu, orang-orang Israel menempatkan pengadang-pengadang di sekeliling Gibea.

Hakim-hakim 20:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 20:29?

Orang Israel menempatkan penghadang di sekeliling Gibea, menunjukkan strategi militer yang cerdik. Ini mengajarkan bahwa selain berdoa dan bergantung pada Tuhan, kita juga perlu menggunakan akal budi dan merencanakan langkah dengan matang.

Latar belakang

Mempersiapkan Jerat

Setelah menerima janji kemenangan dari Tuhan, orang Israel menempatkan tentara penyergap di sekitar Gibea. Mereka menyusun siasat untuk menarik suku Benyamin keluar dari kota.

Di mana

Gibea

Dataran sekitar kota Gibea

Kapan

~1375 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Janji TUHAN
Kemenangan Israel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Hakim-hakim

Narator yang mencatat sejarah umat Israel

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca kisah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שִׂים

sim · menempatkan

meletakkan, mengatur

אָרַב

arav · pengadang

penyergap, orang yang bersembunyi

סָבִיב

saviv · sekitar

keliling, di sekeliling

Kata 'menempatkan' dan 'pengadang' menunjukkan strategi militer yang cermat, tetapi kata 'sekitar' mengingatkan bahwa rencana manusia tetap di bawah kendali Tuhan.

Tahukah kamu

Kata 'pengadang'

Istilah 'pengadang' (ארב) dalam bahasa Ibrani sering dipakai untuk penyergapan militer, seperti yang dilakukan Yosua di Ai (Yosua 8).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 20:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 20:29

✕  Sering dikira

Pengadang adalah pasukan kecil yang tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Mereka adalah kunci kemenangan, karena merekalah yang membakar kota.

✕  Sering dikira

Orang Israel hanya mengandalkan kekuatan militer.

✓  Yang sebenarnya

Mereka sebelumnya berdoa dan mendapat petunjuk Tuhan, lalu menyusun siasat.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 20:29

Dalam menjalani hidup, kita perlu menyeimbangkan iman dan usaha. Berdoa memohon petunjuk Tuhan, lalu bertindak dengan perencanaan yang baik dan cerdas.

Tuhan, berikanlah aku kebijaksanaan untuk merencanakan setiap langkah dengan baik, sambil tetap bersandar kepada-Mu. Amin.