Simson Berbagi Madu
Hakim-hakim 14:9
Simson dan Teka-Teki di Timna
“Dia mengeruk madu itu ke dalam tangannya, dan dia pergi sambil memakannya. Lalu, dia pergi kepada ayah dan ibunya, lalu memberikan madu itu kepada mereka, lalu mereka memakannya. Akan tetapi, dia tidak menceritakan bahwa madu itu dikeruknya dari kerangka singa.”Hakim-hakim 14:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dikeruknya madu itu ke dalam tangannya dan sambil memakannya ia berjalan terus, kemudian pergilah ia kepada ayahnya dan ibunya, dan memberikannya juga kepada mereka, lalu mereka memakannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada mereka, bahwa Hakim-hakim 14.10–14 80 madu itu dikeruknya dari kerangka singa.”Hakim-hakim 14:9 · TB
Terjemahan Baru
“Ia mengeruk madu itu ke dalam tangannya, lalu berjalan terus sambil makan madu itu. Kemudian ia pergi kepada orang tuanya serta memberikan juga sebagian dari madu itu kepada mereka, dan mereka memakannya. Tetapi Simson tidak memberitahukan bahwa madu itu diambilnya dari bangkai singa.”Hakim-hakim 14:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia mengeruk madu itu dengan kedua tangannya lalu makan sambil berjalan. Ketika Simson menemui ayah dan ibunya, dia memberikan sebagian madu itu kepada mereka. Mereka pun memakannya, tetapi Simson tidak memberitahu mereka bahwa dia mengambil madu itu dari bangkai singa.”Hakim-hakim 14:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he took thereof in his hands, and went on eating, and came to his father and mother, and he gave them, and they did eat: but he told not them that he had taken the honey out of the carcase of the lion.”Hakim-hakim 14:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 14:9?
Simson mengambil madu dari bangkai singa dan memakannya, lalu memberikannya kepada orang tuanya tanpa menyebut asal-usulnya. Ini menunjukkan bahwa ia menikmati berkat dari Tuhan secara pribadi dan membaginya, tetapi tidak jujur tentang sumbernya, yang bisa menjadi masalah.
Latar belakang
Madu Dibawa ke Orang Tua
Simson mengeruk madu dengan tangannya dan memakannya sambil berjalan. Kemudian dia memberikannya kepada ayah dan ibunya, dan mereka pun memakannya. Namun, dia tidak memberitahu mereka bahwa madu itu berasal dari bangkai singa.
Di mana
Timna
Dalam perjalanan dari bangkai singa ke rumah orang tua Simson
Kapan
~1070 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Hakim-hakim
Seorang penulis kuno yang mencatat sejarah Israel.
Kepada
Pembaca kitab Hakim-hakim
Orang-orang Israel yang membaca sejarah nenek moyang mereka.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָדָה
radah · mengeruk
mengambil, mengeruk dari tempat yang dalam
נָתַן
natan · memberikan
memberi, memberikan
נָגַד
nagad · menceritakan
memberitahukan, mengungkapkan
Kata 'mengeruk' (radah) menunjukkan tindakan mengambil madu dari tempat yang sulit, sementara Simson sengaja menyembunyikan asal-usulnya, menunjukkan kecenderungan untuk menyimpan rahasia.
Tahukah kamu
Orang Israel tidak boleh makan bangkai
Menurut hukum Taurat, menyentuh bangkai membuat seseorang najis. Simson melanggar ini, tetapi tampaknya dia tidak peduli atau tidak menganggapnya serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 14:9
Hakim-hakim 14:6
Menyembunyikan tindakan
“Roh TUHAN berkuasa atas Simson sehingga dia mencabik-cabiknya seperti anak kambing.”
Hakim-hakim 14:14
Tekateki tentang madu
“Dari yang makan, keluarlah makanan. Dari yang kuat, keluarlah yang manis.”
Imamat 11:24
Hukum kenajisan
“Siapa yang menyentuh bangkai hewan menjadi najis.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 14:9
✕ Sering dikira
Menganggap bahwa Simson memberi madu kepada orang tuanya tanpa memperhatikan kenajisan.
✓ Yang sebenarnya
Dia mungkin tahu hukum itu, tetapi dia tetap melakukannya, menunjukkan ketidakpedulian atau kelalaian.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa Simson tidak memberitahu orang tuanya karena malu.
✓ Yang sebenarnya
Dia mungkin merahasiakannya agar bisa digunakan sebagai teka-teki yang menguntungkan dirinya.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 14:9
Kejujuran penting dalam hubungan, termasuk dalam menceritakan sumber berkat kita. Bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan jika kita menyembunyikan asal usul kebaikan yang kita terima?
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk selalu jujur dan transparan, terutama tentang bagaimana Engkau bekerja dalam hidupku, sehingga nama-Mu dimuliakan. Amin.