Malaikat Naik ke Langit

Hakim-hakim 13:20

Manoah Bertemu Malaikat TUHAN

Ketika nyala api itu naik dari mazbah ke langit, Malaikat TUHAN naik dalam nyala api mazbah. Ketika Manoah dan istrinya melihatnya, mereka sujud dengan muka ke tanah.

Hakim-hakim 13:20 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 13:20?

Saat api naik ke langit, Malaikat TUHAN naik dalam nyala api, dan Manoah serta istrinya sujud menyembah, menyadari bahwa mereka berhadapan dengan yang ilahi.

Latar belakang

Malaikat Naik dalam Api

Saat nyala api naik dari mazbah ke langit, Malaikat TUHAN ikut naik dalam nyala itu. Manoah dan istrinya melihat, lalu sujud dengan muka ke tanah.

Di mana

Zora

Di dekat mazbah batu di padang

Kapan

~1075 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Mereka mempersembahkan kurban
Malaikat tidak menampak lagi
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis

Narator Alkitab, mencatat peristiwa ilahi

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca kisah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֶהָבָה

lehavah · nyala api

api yang menyala, lidah api

עָלָה

'alah · naik

pergi ke atas, terangkat

נָפַל

nafal · sujud

jatuh tersungkur, menyembah

Api dan kenaikan menegaskan kehadiran ilahi; tindakan sujud adalah respons yang tepat terhadap kemuliaan TUHAN.

Tahukah kamu

Api yang Menaikkan

Api yang turun dari langit sering menjadi tanda penerimaan kurban (misalnya pada Elia di 1 Raja-raja 18). Di sini, malaikat naik dalam api, menunjukkan keilahiannya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 13:20

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 13:20

✕  Sering dikira

Malaikat itu sebenarnya adalah manusia yang terbawa api.

✓  Yang sebenarnya

Malaikat TUHAN adalah makhluk surgawi, naik secara ajaib.

✕  Sering dikira

Manoah berpikir mereka akan mati karena melihat Allah (ayat 22).

✓  Yang sebenarnya

Mereka takut karena menyadari mereka berhadapan dengan yang kudus, tetapi TUHAN tidak membunuh mereka.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 13:20

Ketika Tuhan menyatakan diri-Nya secara nyata, respons yang tepat adalah sujud dan menyembah, bukan bertanya-tanya. Kesadaran akan kehadiran-Nya membawa kita ke dalam sikap hormat yang dalam.

Tuhan, mampukan kami untuk menyembah-Mu dalam setiap keadaan, terutama saat Engkau menyatakan kuasa-Mu. Amin.