Yefta Meninggal Setelah Enam Tahun
Hakim-hakim 12:7
Pemimpin yang Setia dan Konsekuensinya
“Yefta menjadi hakim atas orang Israel selama enam tahun. Kemudian, Yefta, orang Gilead itu, mati, lalu dikuburkan di suatu kota di Gilead.”Hakim-hakim 12:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian matilah Yefta, orang Gilead Hakim-hakim 12.8–14 72 itu, lalu dikuburkan di sebuah kota di daerah Gilead.”Hakim-hakim 12:7 · TB
Terjemahan Baru
“Enam tahun lamanya Yefta memimpin orang Israel. Kemudian ia meninggal lalu dimakamkan di kampung halamannya yaitu di kota Mizpa di Gilead.”Hakim-hakim 12:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yefta menjadi pembela Israel selama enam tahun. Lalu dia meninggal dan dikuburkan di kota Mispa, di Gilead.”Hakim-hakim 12:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jephthah judged Israel six years. Then died Jephthah the Gileadite, and was buried in one of the cities of Gilead.”Hakim-hakim 12:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hakim-hakim 12:7?
Ayat ini menutup kisah Yefta, yang memimpin Israel sebagai hakim selama enam tahun. Setelah kematiannya, ia dikuburkan di kotanya di Gilead. Ini menegaskan bahwa kepemimpinan Yefta berakhir dengan damai, setelah sebelumnya mengalami konflik dengan suku Efraim.
Latar belakang
Akhir Kepemimpinan Yefta
Setelah memimpin Israel selama enam tahun, Yefta meninggal dan dimakamkan di salah satu kota di Gilead. Ini menandai berakhirnya masa kepemimpinannya yang penuh gejolak, termasuk perang melawan Amon dan konflik internal dengan suku Efraim.
Di mana
Gilead
Wilayah pegunungan di timur Sungai Yordan
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis Kitab Hakim-hakim
Penulis anonim yang merangkum sejarah Israel
Kepada
Pembaca Kitab Hakim-hakim
Umat Israel dan generasi setelahnya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שֵׁשׁ שָׁנִים
shesh shanim · enam tahun
Enam tahun, angka yang melambangkan ketidaklengkapan atau ujian.
וַיָּמָת
vayamot · mati
Meninggal, akhir dari kehidupan fana.
וַיִּקָּבֵר
vayikkaber · dikuburkan
Dikuburkan, tindakan penghormatan terakhir bagi yang mati.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa masa jabatan Yefta terbatas (enam tahun) dan akhirnya ia mati, mengingatkan bahwa kepemimpinan manusia selalu sementara.
Tahukah kamu
Makam yang Tidak Jelas
Teks tidak menyebut kota spesifik tempat Yefta dimakamkan, tidak seperti hakim-hakim lain yang disebutkan secara jelas. Ini mungkin karena Gilead adalah wilayah yang luas atau makamnya tidak terkenal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 12:7
Hakim-hakim 2:8
Kematian pemimpin
“Lalu Yosua bin Nun, hamba TUHAN, mati pada umur seratus sepuluh tahun.”
Ibrani 11:32
Yefta dalam iman
“Dan apakah lagi yang harus aku sebutkan? Sebab aku tidak akan punya waktu untuk menceritakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, dan Samuel.”
Roma 13:1
Kedaulatan pemimpin
“Tiap-tiap orang harus tunduk kepada pemerintah yang berkuasa. Sebab tidak ada pemerintahan yang tidak berasal dari Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 12:7
✕ Sering dikira
Menganggap enam tahun terlalu singkat sehingga Yefta gagal.
✓ Yang sebenarnya
Teks mencatat masa jabatannya dengan netral, tanpa penilaian.
✕ Sering dikira
Mengira Yefta dikuburkan di kota yang sama dengan rumahnya.
✓ Yang sebenarnya
Teks hanya menyebut kota di Gilead, tidak spesifik.
Renungan
Renungan Singkat Hakim-hakim 12:7
Setiap kepemimpinan memiliki masa berakhir. Kita dapat belajar dari Yefta bahwa seberat apa pun perjuangan, ada saatnya untuk beristirahat dan menyerahkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya. Penting untuk meninggalkan warisan yang baik, bukan hanya kemenangan, tetapi juga integritas.
Tuhan, ajari aku untuk menjalani setiap musim hidupku dengan setia, dan ketika tiba waktunya untuk berakhir, biarlah aku dapat beristirahat dalam damai bersama-Mu. Amin.