Allah Memilih Yehuda

Hakim-hakim 1:2

Suku Yehuda Memimpin Penaklukan

TUHAN berfirman, “Suku Yehuda akan maju. Lihatlah, Aku menyerahkan negeri itu ke dalam tangannya.”

Hakim-hakim 1:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Hakim-hakim 1:2?

Tuhan menjawab bahwa suku Yehuda yang harus maju, dan Dia berjanji akan menyerahkan negeri itu ke tangan mereka. Ini menunjukkan Allah memilih dan menyertai umat-Nya.

Latar belakang

Jawaban Langsung dari Allah

TUHAN menunjuk suku Yehuda untuk maju pertama, menjanjikan kemenangan. Ini menegaskan peran kepemimpinan Yehuda yang nantinya melahirkan raja Daud.

Di mana

Gilgal

Di depan Kemah Suci, tempat ibadah

Kapan

~1380 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pertanyaan Israel
Yehuda berperang
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah Israel, yang setia pada perjanjian

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat yang sedang menantikan arahan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יְהוּדָה

yehudah · Yehuda

nama suku, artinya 'pujian' atau 'terpuji'

אָמַר

amar · firman

berkata, berbicara dengan otoritas

נָתַן

natan · menyerahkan

memberi, menyerahkan milik

TUHAN berbicara (amar) dan menyerahkan (natan) negeri kepada Yehuda. Ini menunjukkan bahwa kemenangan adalah pemberian Allah, bukan hasil kekuatan manusia.

Tahukah kamu

Suku Yehuda Istimewa

Yehuda mendapat berkat dari Yakub sebagai 'singa' (Kejadian 49:9), dan dari dialah Yesus lahir.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Hakim-hakim 1:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Hakim-hakim 1:2

✕  Sering dikira

Suku Yehuda dipilih karena mereka paling banyak jumlahnya.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab tidak menyebut alasan; Allah bebas memilih siapa pun.

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti orang Kristen harus memakai metode undi untuk menentukan kehendak Allah.

✓  Yang sebenarnya

Ini konteks historis untuk Israel; prinsipnya adalah mencari Allah, bukan metodenya.

Renungan

Renungan Singkat Hakim-hakim 1:2

Ketika Tuhan memberi petunjuk, Dia juga memberi jaminan penyertaan. Kita bisa percaya bahwa panggilan-Nya selalu disertai kuasa-Nya.

Bapa, terima kasih untuk janji penyertaan-Mu. Berikan aku keberanian untuk melangkah sesuai pimpinan-Mu. Amin.