Kenajisan yang Menular
Hagai 2:12
Janji Pemulihan dan Kemuliaan Bait Allah
“Jika seseorang membawa daging kudus di ujung bajunya, lalu ujung baju itu menyentuh roti atau makanan yang direbus, atau anggur, atau minyak, atau makanan apa pun, apakah itu akan menjadi kudus?’” Kemudian, para imam menjawab dan berkata, “Tidak!””Hagai 2:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“(2-13) Andaikata seseorang membawa daging kudus dalam punca bajunya, lalu dengan puncanya itu ia menyentuh roti atau sesuatu masakan atau anggur atau minyak atau sesuatu yang dapat dimakan, menjadi kuduskah yang disentuh itu?" Lalu para imam itu menjawab, katanya: "Tidak!"”Hagai 2:12 · TB
Terjemahan Baru
“Seandainya ada orang yang mengambil sepotong daging dari kurban yang dipersembahkan kepada TUHAN, lalu dibawanya pulang dalam lipatan jubahnya, dan kemudian dengan jubahnya itu ia menyentuh roti atau sesuatu masakan, atau anggur, atau minyak zaitun, atau makanan apa saja, apakah semuanya itu akan menjadi suci pula?" Ketika Hagai mengajukan pertanyaan itu, para imam menjawab, "Tidak."”Hagai 2:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If one bear holy flesh in the skirt of his garment, and with his skirt do touch bread, or pottage, or wine, or oil, or any meat, shall it be holy? And the priests answered and said, No.”Hagai 2:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Hagai 2:12?
Ini adalah ilustrasi tentang bagaimana kekudusan tidak menular, tetapi kenajisan menular. Ini menjelaskan bahwa umat yang najis menyebabkan segala persembahan mereka najis di hadapan Tuhan.
Latar belakang
Jawaban Teologis: Najis Menular
Hagai mengajukan kasus kedua: jika seseorang najis karena menyentuh mayat, dan ia menyentuh makanan, apakah makanan itu menjadi najis? Para imam menjawab ya. Ini menunjukkan bahwa kenajisan menular, tidak seperti kekudusan.
Di mana
Yerusalem
Bait Allah (kawasan Bait Suci) · siang hari
Kapan
520 SM
Pasca pembuangan
Yang berbicara
Nabi Hagai
Nabi yang memakai hukum Taurat untuk mengajar umat.
Kepada
Para imam
Pemimpin rohani yang memberikan jawaban resmi.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame' · najis
Keadaan ritus yang tidak tahir, tercemar, dan tidak layak di hadapan Tuhan.
נָגַע
naga' · kena
Menyentuh atau kontak; kata yang sama dengan ayat 11, menunjukkan perbandingan.
נֶפֶשׁ
nefesh · mayat
Jiwa atau orang mati; dalam konteks ini, mayat manusia.
Perbedaan antara kekudusan yang tidak menular dan kenajisan yang menular menekankan betapa mudahnya dosa mencemari, tetapi kekudusan memerlukan pengudusan yang disengaja.
Tahukah kamu
Mayat dan Kenajisan
Dalam Bilangan 19, menyentuh mayat membuat seseorang najis selama tujuh hari, dan harus disucikan dengan air pentahiran.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Hagai 2:12
Bilangan 19:11
Najis karena mayat
“Orang yang kena kepada mayat seseorang akan najis tujuh hari lamanya.”
Imamat 11:24-25
Kenajisan menular
“Tetapi semua binatang yang berkaki empat... siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis.”
Hagai 2:14
Aplikasi langsung
“Demikian juga umat ini... apa yang mereka persembahkan di sana, itu najis.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Hagai 2:12
✕ Sering dikira
Ini berarti semua orang najis karena dosa, jadi Tuhan tidak bisa memakai kita.
✓ Yang sebenarnya
Teks ini justru menunjukkan perlunya penyucian dan pertobatan, bukan keputusasaan.
✕ Sering dikira
Kenajisan hanya bersifat fisik, bukan spiritual.
✓ Yang sebenarnya
Di sini kenajisan dipakai sebagai gambaran dosa yang mencemari ibadah dan kehidupan.
Renungan
Renungan Singkat Hagai 2:12
Kekudusan dan kenajisan adalah hal yang serius di mata Tuhan. Mari kita periksa kehidupan kita; apakah ada hal yang menajiskan hati sehingga membuat ibadah kita tidak berkenan?
Tuhan, bersihkan hati kami dari segala kenajisan agar persembahan dan pelayanan kami berkenan di hadapan-Mu. Amin.