Sekhanya memberi usulan

Ezra 10:2

Pertobatan dan Pemurnian Umat

PerikopOrang Israel Mengakui Dosa Mereka · Ezra 10:1-17 →
“Kemudian, Sekhanya, anak Yehiel, keturunan Elam, berkata kepada Ezra, “Kami telah berbuat tidak setia kepada Allah kita dan mengawini perempuan asing bangsa-bangsa negeri ini. Namun sekarang, masih ada harapan untuk Israel mengenai hal ini.”

Ezra 10:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ezra 10:2?

Sekhanya, seorang pemimpin, mengakui bahwa bangsa Israel telah tidak setia kepada Allah dengan menikahi perempuan asing. Namun, dia menegaskan bahwa masih ada harapan untuk Israel dalam hal ini, menunjukkan bahwa pengakuan dosa membuka jalan untuk pemulihan.

Latar belakang

Sekhanya berbicara tentang harapan

Sekhanya mengakui bahwa umat telah tidak setia dengan menikahi perempuan asing, namun ia menegaskan masih ada harapan bagi Israel. Ia mengusulkan untuk membuat perjanjian mengusir istri-istri asing, mengikuti nasihat Ezra dan orang-orang yang hormat pada perintah Tuhan.

Di mana

Yerusalem

Di pelataran Bait Allah, dalam perkumpulan

Kapan

~457 SM

Pemurnian umat

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ezra menangis dan berdoa
Usulan dibuat
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Sekhanya

Putra Yehiel, keturunan Elam; salah satu pemimpin umat

E

Kepada

Ezra

Imam dan ahli Taurat, pemimpin rohani

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָעַל

ma'al · tidak setia

bertindak khianat, melanggar kesetiaan kepada Allah.

תִּקְוָה

tiqvah · harapan

harapan, masa depan yang menanti.

בְּרִית

berit · perjanjian

ikatan, perjanjian resmi antara dua pihak.

Sekalipun ada 'ma'al' (pengkhianatan), masih terbuka 'tiqvah' (harapan) melalui 'berit' (perjanjian) untuk memulihkan hubungan dengan Allah.

Tahukah kamu

Sekhanya tidak disebutkan dalam daftar pelanggar

Nama Sekhanya tidak muncul dalam daftar orang yang menikahi perempuan asing di pasal 10 ayat 18-44, meskipun ayahnya Yehiel dari Elam tercantum di ayat 26, menunjukkan mungkin dia ikut menyesali dosa.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ezra 10:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ezra 10:2

✕  Sering dikira

Sekhanya mengusulkan untuk menceraikan istri, tanpa dasar hukum.

✓  Yang sebenarnya

Usulan ini didasarkan pada Hukum Taurat dan dipandang sebagai tindakan radikal untuk memurnikan umat.

✕  Sering dikira

Harapan hanya bersifat manusiawi, bukan dari Allah.

✓  Yang sebenarnya

Sekhanya menyebut harapan untuk Israel, mengakui bahwa tindakan perjanjian akan dilakukan bagi Allah, bukan sekadar optimisme manusia.

Renungan

Renungan Singkat Ezra 10:2

Pengakuan dosa bukan akhir dari segalanya; selalu ada harapan jika kita mau bertobat. Jangan biarkan rasa malu atau putus asa menghalangi kita untuk mengakui kesalahan dan mencari pemulihan dari Tuhan.

Ya Allah, beri kami keberanian untuk mengakui dosa kami dan percaya bahwa selalu ada harapan dalam Engkau. Amin.