Tanda Tangan Fatal

Daniel 6:9

Daniel di Liang Singa

PerikopGua Singa · Daniel 6:1-28 →
“(6-10) Oleh sebab itu, Raja Darius menandatangani surat perintah dan larangan itu.”

Daniel 6:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Daniel 6:9?

Raja Darius menandatangani larangan itu, karena terjebak oleh bujukan para pejabat tinggi yang memanfaatkan kelemahan sistem hukum Media-Persia yang tidak bisa diubah.

Latar belakang

Perangkap Terpasang

Raja Darius menandatangani larangan itu tanpa menyadari konsekuensinya bagi Daniel. Dengan tanda tangan ini, hukum menjadi tidak dapat diubah, dan jebakan pun tertutup rapat.

Di mana

Babilon

Di istana raja, ruang tahta

Kapan

~539 SM

Pembuangan dan Pemulihan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Para pejabat mengajukan usul
Daniel tetap berdoa
Kamu di sini
R

Yang berbicara

Raja Darius

Raja Media-Persia, terikat oleh hukum sendiri

P

Kepada

Para pejabat dan rakyat

Pegawai istana yang menunggu keputusan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רְשַׁם

resham · menandatangani

menuliskan tanda tangan resmi

כְּתָב

ketav · surat perintah

dokumen tertulis yang resmi

אֱסָר

esar · larangan

aturan yang melarang sesuatu

Tindakan menandatangani menunjukkan kesungguhan hukum itu, tetapi juga menjadi titik balik di mana Allah akan menunjukkan kuasa-Nya atas hukum manusia.

Tahukah kamu

Cincin Meterai

Raja memakai cincin meterai untuk menandatangani dokumen resmi, membuatnya sah dan tidak dapat diubah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Daniel 6:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Daniel 6:9

✕  Sering dikira

Menganggap raja sadar jebakan ini untuk Daniel

✓  Yang sebenarnya

Raja tidak menyadari, dan kemudian menyesal

✕  Sering dikira

Berpikir hukum ini bisa dibatalkan jika raja mau

✓  Yang sebenarnya

Hukum Media-Persia tidak dapat dicabut, bahkan oleh raja sendiri

Renungan

Renungan Singkat Daniel 6:9

Keputusan yang diambil dengan tergesa-gesa tanpa pertimbangan matang bisa membawa penyesalan. Penting untuk tidak mudah terbawa oleh bujukan orang lain, tetapi tetap teguh pada prinsip kebenaran.

Tuhan, ajarlah kami untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan, agar tidak menyesal kemudian dan tetap sesuai dengan kehendak-Mu, Amin.