Pemimpin Gad: Elyasaf

Bilangan 7:42

Persembahan Para Pemimpin Israel

PerikopPenahbisan Tenda Suci · Bilangan 7:1-89 →
“Pada hari keenam, Elyasaf, anak Rehuel, pemimpin suku Gad.”

Bilangan 7:42 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 7:42?

Pada hari keenam, Elyasaf bin Rehuel, pemimpin suku Gad, mempersembahkan persembahan penahbisan untuk mezbah, dengan persembahan yang sama seperti para pemimpin lainnya.

Latar belakang

Hari Keenam: Elyasaf dari Gad

Pada hari keenam, Elyasaf bin Rehuel, pemimpin suku Gad, mempersembahkan persembahan yang sama seperti pemimpin sebelumnya. Ia membawa piring perak, mangkuk perak, cawan emas, serta berbagai hewan kurban, meneguhkan penahbisan mezbah.

Di mana

Gunung Sinai

Di depan Kemah Suci, saat prosesi penahbisan mezbah

Kapan

~1440 SM

Pembentukan Israel di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Kemah Suci selesai
Pemberangkatan dari Sinai
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Bilangan (Musa)

Pemimpin Israel, penulis kitab Taurat

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang yang ingin memahami peristiwa Israel di padang gurun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קְעָרָה

qearah · piring perak

piring atau mangkuk logam untuk membawa kurban sajian.

מִזְרָק

mizraq · mangkuk perak

mangkuk untuk menampung darah kurban atau persembahan cair.

כַּף

kaf · cawan emas

cawan atau wadah kecil dari emas, untuk kemenyan.

Wadah-wadah ini bukan sekadar alat, tetapi memiliki fungsi khusus dalam ibadah, menunjukkan bahwa setiap detail persembahan memiliki makna dan tujuan.

Tahukah kamu

Suku Gad di Seberang Yordan

Suku Gad kemudian memilih wilayah di sebelah timur sungai Yordan, yang baik untuk peternakan, sesuai dengan nama Gad yang berarti 'beruntung'.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 7:42

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 7:42

✕  Sering dikira

Mengira bahwa perak dan emas ini adalah kekayaan pribadi para pemimpin.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah persembahan kudus untuk keperluan ibadah, bukan untuk keuntungan pribadi.

✕  Sering dikira

Menganggap semua persembahan ini adalah beban yang berat dan formalitas belaka.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah ungkapan syukur dan pengabdian yang lahir dari hati yang rela.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 7:42

Tuhan menghargai setiap pemberian yang tulus, tidak peduli besar atau kecil. Kita bisa belajar dari konsistensi Elyasaf yang setia pada gilirannya.

Tuhan, jadikan aku pribadi yang setia dan konsisten dalam memberi dan melayani. Amin.