Nazir Tercemar dan Pemulihan
Bilangan 6:9
Pemulihan Nazir yang Najis
PerikopOrang yang Bernazar · Bilangan 6:1-21 →“Namun, apabila ada yang mati mendadak di dekat orang itu, sehingga dia menajiskan rambut kepalanya yang telah dinazarkan itu, dia harus mencukur rambutnya pada hari penahirannya. Dia harus mencukurnya pada hari ketujuh.”Bilangan 6:9 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi apabila seseorang mati di dekatnya dengan sangat tiba-tiba, sehingga ia menajiskan rambut kenazirannya, maka haruslah ia Bilangan 6.10–14 37 mencukur rambutnya pada hari pentahirannya, yaitu pada hari yang ketujuh haruslah ia mencukurnya.”Bilangan 6:9 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila rambut seorang nazir yang telah dikhususkan menjadi najis karena ia ada di dekat orang yang mati dengan tiba-tiba, maka ia harus menunggu tujuh hari lamanya; sesudah itu ia harus mencukur rambutnya dan jenggotnya, baru ia menjadi bersih.”Bilangan 6:9 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Apabila seseorang tiba-tiba mati di dekatnya, maka rambutnya yang menandakan pengabdiannya itu menjadi najis. Dia harus menunggu selama tujuh hari. Pada hari yang ketujuh dia harus mencukur rambutnya. Sesudah itu dia dianggap tidak lagi najis.”Bilangan 6:9 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And if any man die very suddenly by him, and he hath defiled the head of his consecration; then he shall shave his head in the day of his cleansing, on the seventh day shall he shave it.”Bilangan 6:9 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 6:9?
Jika seorang nazir secara tidak sengaja menjadi najis karena ada orang mati di dekatnya, dia harus mencukur rambutnya pada hari ketujuh sebagai tanda pembatalan masa nazar sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa kekudusan perlu dipulihkan melalui proses penyucian.
Latar belakang
Kematian Mendadak dan Ritual Pentahiran
Jika seseorang mati mendadak di dekat nazir, sehingga rambut nazarnya tercemar, ia harus menjalani ritual pentahiran. Pada hari ketujuh ia harus mencukur rambutnya, dan pada hari kedelapan mempersembahkan kurban untuk pemulihan hubungan dengan Allah.
Di mana
Gunung Sinai
Di kaki gunung, dalam perkemahan Israel
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima firman TUHAN
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan yang sedang dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame · menajiskan
menjadi najis secara ritual, tidak layak
רֹאשׁ
rosh · rambut
kepala, rambut, bagian teratas
טָהֳרָה
tohorah · pentahiran
pembersihan, pentahiran ritual
Kontak dengan kematian membuat 'najis' (tame), tetapi Allah menyediakan jalan 'pentahiran' (tohorah) melalui ritual yang melibatkan 'rambut' (rosh) sebagai lambang nazar. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu membuka pintu pemulihan.
Tahukah kamu
Rambut Cukur sebagai Tanda Awal Baru
Mencukur rambut pada hari ketujuh adalah simbol pembersihan. Setelah itu, nazir boleh memulai masa nazarnya dari awal, tetapi masa sebelumnya dianggap batal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 6:9
Imamat 14:8
Ritual tahir serupa
“Orang yang akan ditahirkan itu harus mencuci pakaiannya, mencukur segala rambutnya, dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir.”
Bilangan 19:12
Pentahiran hari ketujuh
“Ia harus menghapus dosa dari dirinya dengan air itu pada hari ketiga dan pada hari ketujuh, maka ia tahir.”
Mazmur 51:4
Pembersihan dosa
“Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 6:9
✕ Sering dikira
Jika nazir najis karena kematian, ia harus mengulang seluruh masa nazarnya dari awal tanpa pengecualian.
✓ Yang sebenarnya
Ritual pentahiran memungkinkan ia memulai kembali, tetapi masa sebelumnya dianggap batal. Ini bukan hukuman, melainkan cara memulihkan hubungan.
✕ Sering dikira
Kematian mendadak dianggap sebagai hukuman dosa dari Allah.
✓ Yang sebenarnya
Kematian mendadak bisa terjadi karena berbagai sebab; Alkitab tidak selalu mengaitkannya dengan dosa khusus. Yang penting adalah prosedur pemulihan.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 6:9
Kita bisa saja menjadi najis karena pergaulan atau lingkungan yang tidak sengaja. Ayat ini mengingatkan kita untuk peka terhadap 'najis' dalam hidup dan segera mencari pemulihan melalui pertobatan.
Tuhan, ampuni aku jika tanpa sadar aku tercemar oleh dunia ini. Pulihkan dan kuduskan aku kembali. Amin.