Negosiasi di Dataran Moab
Bilangan 32:16
Kesepakatan Suku di Seberang Yordan
PerikopSuku-Suku di Sebelah Timur Sungai Yordan · Bilangan 32:1-42 →“Kemudian, mereka datang kepada Musa dan berkata, “Kami akan membangun kota-kota bagi anak-anak kami dan kandang bagi hewan ternak kami.”Bilangan 32:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi mendekatlah mereka kepadanya serta berkata: "Kami hendak mendirikan kandang-kandang kambing domba di sini untuk ternak kami dan kota-kota untuk anak-anak kami,”Bilangan 32:16 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu orang-orang Ruben dan orang-orang Gad itu mendekati Musa dan berkata, "Baiklah kami lebih dahulu mendirikan kandang-kandang bertembok untuk domba-domba kami, dan kota-kota berbenteng untuk anak istri kami.”Bilangan 32:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian para pemimpin suku Ruben dan Gad, mendekat kepada Musa dan berkata, “Biarkanlah kami membangun kandang-kandang untuk ternak kami dan tembok benteng untuk kota-kota tempat tinggal anak istri kami supaya mereka aman dari serangan orang-orang setempat. Sesudah itu, kami akan mengangkat senjata dan maju memimpin bangsa Israel untuk berperang, sampai mereka mendapatkan tanah mereka.”Bilangan 32:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they came near unto him, and said, We will build sheepfolds here for our cattle, and cities for our little ones:”Bilangan 32:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 32:16?
Suku Ruben dan Gad menjawab dengan menawarkan solusi: mereka akan membangun kota untuk anak-anak mereka dan kandang untuk ternak, tetapi mereka sendiri akan tetap berperang bersama bangsa Israel. Ini menunjukkan bahwa mereka memahami keberatan Musa dan bersedia berkompromi untuk memenuhi tanggung jawab mereka.
Latar belakang
Tawaran Kompromi
Suku Ruben dan Gad meminta izin menetap di tanah Gilead yang subur. Setelah ditegur Musa karena dianggap menghindari perang, mereka mengajukan kompromi: membangun kota untuk keluarga dan kandang untuk ternak mereka, namun tetap ikut berperang.
Di mana
Dataran Moab
Di perkemahan Israel, dekat Sungai Yordan, siang hari
Kapan
~1406 SM
Akhir pengembaraan di padang gurun
Yang berbicara
Suku Gad dan Ruben
Dua suku Israel yang kaya ternak, ingin menetap di timur Yordan
Kepada
Musa
Pemimpin Israel yang sudah tua, bijaksana, namun tegas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
mendirikan bangunan; secara kiasan: membangun keluarga atau komunitas
גִּדְרָה
gidrah · kandang
tempat berpagar untuk hewan, melindungi ternak dari bahaya
טַף
taf · anak-anak
anak-anak kecil; kelompok yang paling rentan dalam komunitas
Kata 'banah' (membangun) sering dipakai untuk pembangunan rumah dan keluarga, bukan sekadar fisik. Mereka memprioritaskan keamanan anak-anak (taf) dan ternak, namun tetap bersedia berperang—menunjukkan keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan komitmen kepada bangsa.
Tahukah kamu
Arti Nama 'Gilead'
Gilead berarti 'bukit kesaksian' atau 'gundukan batu'. Wilayah ini kemudian terkenal dengan produksi teh herbal, seperti balsem Gilead yang disebut dalam Yeremia 8:22.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 32:16
Yosua 1:12-15
mengingat janji
“Kepada orang Ruben, orang Gad, dan suku Manasye yang setengah itu, Yosua berkata...”
Ulangan 3:18-20
syarat menyeberang
“Pada waktu itu aku memerintahkan kepadamu: TUHAN, Allahmu, telah memberikan negeri ini kepadamu untuk kamu miliki...”
Bilangan 21:21-35
tanah yang diminta
“Orang Israel mengalahkan Sihon, raja orang Amori, dan Og, raja Basan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 32:16
✕ Sering dikira
Mereka egois dan tidak mau membantu saudara seiman.
✓ Yang sebenarnya
Justru mereka menawarkan untuk ikut berperang terlebih dahulu, menunjukkan kesediaan berkorban.
✕ Sering dikira
Membangun kota untuk anak-anak berarti meninggalkan anak-anak tanpa perlindungan.
✓ Yang sebenarnya
Kota-kota berkubu justru untuk melindungi anak-anak dan ternak saat para pria pergi berperang.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 32:16
Ketika kita diingatkan akan kesalahan, sikap yang baik adalah mendengarkan dan mencari solusi, bukan bersikap defensif. Belajarlah untuk merespons kritik dengan rendah hati dan mencari jalan keluar yang memuliakan Tuhan dan menguntungkan semua pihak.
Tuhan, beri aku hati yang mau mendengar teguran dan mencari solusi yang bijaksana. Ajari aku untuk tidak egois, melainkan memikirkan kepentingan orang lain juga. Amin.