Kematian Nadab dan Abihu yang tragis
Bilangan 3:4
Silsilah dan tugas para imam
“Namun, Nadab dan Abihu mati di hadapan TUHAN ketika mereka mempersembahkan api yang asing kepada TUHAN di padang gurun Sinai. Mereka tidak memiliki anak. Jadi, Eleazar dan Itamarlah yang melayani sebagai imam di depan Harun, ayah mereka.”Bilangan 3:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Nadab dan Abihu sudah mati di hadapan TUHAN di padang gurun Sinai, ketika mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan TUHAN. Mereka tidak mempunyai anak. Jadi ketika Harun, ayah mereka, masih hidup, yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar.”Bilangan 3:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi Nadab dan Abihu mati di padang gurun Sinai, pada saat mereka menghadap TUHAN dengan api yang tidak halal. Mereka berdua tidak mempunyai anak. Jadi selama Harun masih hidup, Eleazar dan Itamar bertugas sebagai imam.”Bilangan 3:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Nadab dan Abihu mati di padang belantara Sinai saat mereka membakar dupa di hadapan TUHAN dengan cara yang melanggar perintah TUHAN karena TUHAN tidak perintahkan untuk hal itu dilakukan. Pada waktu itu keduanya tidak punya anak laki-laki yang bisa menggantikan mereka sebagai imam. Jadi, hanya tertinggal Eleazar dan Itamar yang dapat melayani sebagai imam bersama ayah mereka, Harun.”Bilangan 3:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Nadab and Abihu died before the LORD, when they offered strange fire before the LORD, in the wilderness of Sinai, and they had no children: and Eleazar and Ithamar ministered in the priest’s office in the sight of Aaron their father.”Bilangan 3:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 3:4?
Ayat ini mencatat kematian Nadab dan Abihu karena mempersembahkan api asing di hadapan Tuhan, dan mereka tidak punya anak. Eleazar dan Itamar kemudian melayani sebagai imam di depan Harun, ayah mereka.
Latar belakang
Api asing yang mematikan
Nadab dan Abihu, anak-anak Harun, pernah mempersembahkan api yang tidak kudus kepada TUHAN dan mati di hadapan-Nya. Mereka tidak punya anak, sehingga Eleazar dan Itamar menggantikan mereka sebagai imam.
Di mana
Gunung Sinai
Padang gurun, dekat gunung
Kapan
~1440 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, ~120 tahun, penulis kitab
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan Tuhan dalam perjalanan ke Kanaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מוּת
mut · mati
berhenti hidup; mengalami kematian fisik
זָר
zar · asing
asing, tidak dikenal, tidak kudus
כָּהַן
kahan · melayani
bertindak sebagai imam, melayani di mezbah
Kematian Nadab dan Abihu menunjukkan kekudusan Tuhan yang tidak bisa diremehkan. Kata 'asing' menekankan bahwa ibadah harus sesuai cara Tuhan, bukan sembarang, dan tugas imam adalah melayani dengan kudus, bukan asal-asalan.
Tahukah kamu
Api asing bisa berarti bara dari sumber lain
Kata 'asing' mungkin merujuk pada api yang tidak diambil dari mezbah, atau mungkin mereka memasuki tempat kudus dalam keadaan mabuk.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 3:4
Imamat 10:1-2
Konteks kematian
“Anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, menaruh api ke dalamnya, membubuhkan ukupan, dan mempersembahkan api yang asing ke hadapan TUHAN yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka.”
1 Korintus 10:11
Peringatan bagi kita
“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita.”
Ibrani 12:29
Allah yang kudus
“Karena Allah kita adalah api yang menghanguskan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 3:4
✕ Sering dikira
Nadab dan Abihu dihukum karena melayani dengan niat baik, sehingga Tuhan kejam.
✓ Yang sebenarnya
Mereka melanggar perintah Allah yang jelas tentang ritual ibadah. Kekudusan Tuhan menuntut ketaatan, bukan niat baik saja.
✕ Sering dikira
Mereka mati karena mabuk anggur, padahal hal itu tidak disebutkan secara eksplisit.
✓ Yang sebenarnya
Alkitab tidak menjelaskan alasan spesifiknya, hanya bahwa api itu asing, yang berarti tidak sesuai perintah. Anggur adalah tradisi Yahudi, bukan teks.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 3:4
Ketaatan adalah hal yang penting dalam pelayanan. Ketika kita melayani, kita perlu memastikan bahwa kita melakukannya sesuai dengan firman Tuhan, bukan dengan cara kita sendiri. Ini mengingatkan kita untuk selalu mencari kehendak Tuhan dalam setiap langkah.
Tuhan, ajarlah kami untuk melayani-Mu dengan ketaatan dan hormat, hindarkan kami dari kesombongan dan kelalaian. Amin.