Peringatan Keras untuk yang Najis
Bilangan 19:13
Air Penahiran dari Abu Sapi Merah
“Siapa pun yang menyentuh mayat orang mati dan tidak menahirkan dirinya berarti dia menajiskan Tenda Suci TUHAN. Orang itu harus dilenyapkan dari umat Israel. Sebab, air penahiran itu tidak dipercikkan kepadanya sehingga dia menjadi najis.”Bilangan 19:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setiap orang yang kena kepada mayat, yaitu tubuh manusia yang telah mati, dan tidak menghapus dosa dari dirinya, ia menajiskan Kemah Suci TUHAN, dan orang itu haruslah Bilangan 19.14–18 118 dilenyapkan dari Israel; karena air pentahiran tidak disiramkan kepadanya, maka ia najis; kenajisannya masih melekat padanya.”Bilangan 19:13 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang kena mayat dan tidak menyucikan diri adalah najis, karena ia belum disiram dengan air upacara. Ia menajiskan Kemah TUHAN dan karena itu tidak lagi dianggap anggota umat Allah.”Bilangan 19:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi, siapa pun yang menyentuh mayat dan tidak menyucikan dirinya dengan dipercikkan dengan air penyucian, dia tetap najis. Kenajisannya mencemari kemah-Ku dan dia akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.”Bilangan 19:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whosoever toucheth the dead body of any man that is dead, and purifieth not himself, defileth the tabernacle of the LORD; and that soul shall be cut off from Israel: because the water of separation was not sprinkled upon him, he shall be unclean; his uncleanness is yet upon him.”Bilangan 19:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 19:13?
Ayat ini menegaskan bahwa menyentuh mayat membuat seseorang najis, dan jika tidak disucikan dengan air penahiran, ia menajiskan Tenda Suci TUHAN dan harus dilenyapkan dari umat Israel. Ini menunjukkan betapa seriusnya kekudusan Allah dan pentingnya menjaga kemurnian ibadah.
Latar belakang
Konsekuensi Tidak Tahir
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menyentuh mayat dan tidak menahirkan diri telah menajiskan Tenda Suci TUHAN. Konsekuensinya adalah ia harus dilenyapkan dari umat Israel, menunjukkan keseriusan kekudusan TUHAN.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di dekat Kemah Suci, saat perkemahan di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Pembentukan hukum Taurat
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, penerima hukum TUHAN
Kepada
Umat Israel
Orang-orang pilihan TUHAN yang sedang di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טָמֵא
tame · menajiskan
menjadi najis secara ritual atau moral
כָּרַת
karat · melenyapkan
memotong, memutuskan, menghapuskan
מֵי נִדָּה
mei niddah · air penahiran
air percikan untuk membersihkan kenajisan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kenajisan adalah masalah serius yang memisahkan dari hadirat TUHAN, dan tanpa penahiran, hubungan dengan TUHAN terputus. Namun, TUHAN menyediakan cara pemulihan.
Tahukah kamu
Ambillah Sapi Merah
Upacara sapi merah ini unik: sapi betina merah tanpa cacat, dibakar di luar perkemahan, abunya dicampur air untuk penahiran. Ini satu-satunya korban yang abunya digunakan untuk menyucikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 19:13
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 19:13
✕ Sering dikira
Penyentuhan mayat adalah dosa moral yang tak terampuni.
✓ Yang sebenarnya
Ini kenajisan ritual, bukan dosa moral; ada cara penahiran yang disediakan.
✕ Sering dikira
Dilenyapkan berarti dibunuh seketika oleh TUHAN.
✓ Yang sebenarnya
Ini bisa berarti dikucilkan dari umat, atau dihakimi TUHAN; bukan selalu hukuman langsung.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 19:13
Dalam hidup kita, ada hal-hal yang dapat 'menajiskan' hubungan kita dengan Allah, seperti dosa atau kebiasaan buruk. Kita perlu menyadari bahwa kekudusan Allah tidak boleh dianggap remeh, dan kita harus sungguh-sungguh menjaga hati dan tindakan kita agar tidak melanggar kekudusan-Nya.
Ya Tuhan, mampukan aku untuk menjaga kekudusan hidupku di hadapan-Mu, dan jangan biarkan aku menajiskan bait Roh Kudus yang ada di dalam diriku. Amin.