Benyamin di bawah Abidan

Bilangan 10:24

Trompet Perak dan Perjalanan Israel

Dan, Abidan, anak Gideoni, memimpin suku Benyamin.

Bilangan 10:24 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 10:24?

Abidan, anak Gideoni, memimpin suku Benyamin. Benyamin adalah suku yang terakhir dalam kelompok Efraim. Ini menunjukkan bahwa setiap suku memiliki pemimpin dan tempat dalam barisan, dan Allah memperhatikan setiap suku tanpa terkecuali.

Latar belakang

Benyamin melengkapi kelompok barat

Suku Benyamin, suku bungsu Israel, berangkat di bawah pimpinan Abidan. Mereka menutup kelompok barat yang dipimpin Efraim.

Di mana

Padang Gurun Paran

Di tengah perjalanan, kemah besar

Kapan

~1440 SM

Pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Bilangan

Tradisi Yahudi mengaitkan dengan Musa, ~1400 SM

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan yang sedang mengembara

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בִּנְיָמִין

Binyamin · Benyamin

Putra tangan kanan, nama anak Yakub.

נָשִׂיא

nasi · memimpin

Pemimpin atau kepala suku.

שֵׁבֶט

shevet · suku

Suku atau tongkat.

Nama Benyamin berarti 'putra tangan kanan', menunjukkan posisi yang dekat dan disayang. Sebagai 'nasi', ia memimpin dengan tanggung jawab.

Tahukah kamu

Benyamin, suku kecil yang penting

Meski kecil, suku Benyamin kemudian memberi Israel raja pertamanya, Saul, dan juga rasul Paulus dari Tarsus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 10:24

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 10:24

✕  Sering dikira

Mengira Benyamin tidak penting karena kecil

✓  Yang sebenarnya

Suku ini sangat berpengaruh, melahirkan raja dan rasul

✕  Sering dikira

Mengira Abidan adalah orang yang sama dengan Abidan lain di Alkitab

✓  Yang sebenarnya

Tidak ada Abidan lain yang disebut

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 10:24

Jangan merasa kurang penting ketika posisimu berada di belakang. Allah melihat kesetiaanmu di mana pun kamu ditempatkan. Teruslah berjalan dengan penuh ketaatan, karena Allah menyertai barisan mana pun.

Ya Tuhan, ajari aku untuk bangga dan setia dalam peranku, meskipun tidak terlihat oleh banyak orang. Ingatkan aku bahwa Engkau melihat dan menghargai kesetiaanku. Amin.