Pencatatan Suku Yehuda

Bilangan 1:26

TUHAN Memerintahkan Sensus

Keturunan Yehuda. Nama semua laki-laki yang berusia 20 tahun atau lebih dan sanggup berperang telah didaftar menurut keluarga dan suku mereka.

Bilangan 1:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 1:26?

Suku Yehuda dihitung dan memiliki 74.600 laki-laki yang sanggup berperang, menjadikannya suku terbesar saat itu. Ini menegaskan posisi Yehuda yang kuat dan menjadi cikal bakal kepemimpinan.

Latar belakang

Suku Yehuda, yang Terbesar

Yehuda, anak keempat Yakub dan Lea, dicatat memiliki 74.600 laki-laki yang sanggup berperang—jumlah terbesar di antara semua suku. Ini menegaskan posisi Yehuda yang akan memimpin dalam perjalanan.

Di mana

Padang Gurun Sinai

Dataran rendah gurun, tenda-tenda

Kapan

~1440 SM

Peristiwa di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Perjalanan menuju Kanaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Bilangan

Tradisi Yahudi, Musa, ~1400 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat yang sedang di padang gurun

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יְהוּדָה

Yehudah · Yehuda

Berarti 'pujian TUHAN'.

בֵּן

ben · keturunan

Anak laki-laki, keturunan.

פָּקַד

paqad · didaftar

Mengunjungi, memeriksa, atau mendaftar.

Nama 'Yehuda' berarti pujian; saat mereka dicatat, itu adalah tindakan iman yang memuliakan TUHAN yang setia.

Tahukah kamu

Yehuda, Suku Pemimpin

Yehuda menjadi suku terbesar di sensus pertama dan dari dialah kelak lahir Raja Daud dan Yesus Kristus.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 1:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 1:26

✕  Sering dikira

Suku Yehuda selalu jadi yang terbaik dan terbesar.

✓  Yang sebenarnya

Jumlah besar adalah berkat, tapi tidak berarti tanpa kegagalan—sejarah Yehuda mencatat banyak kejatuhan.

✕  Sering dikira

Sensus ini hanya untuk keperluan militer.

✓  Yang sebenarnya

Sensus juga menegaskan kemahiran TUHAN dan penggenapan janji-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 1:26

Ketika Tuhan memberi kita kekuatan atau kelebihan, kita dipanggil untuk menggunakannya demi kebaikan bersama, bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Bapa, ajar saya memakai setiap berkat dan kekuatan untuk melayani sesama dan memuliakan-Mu. Amin.