Malam yang tak berkesudahan
Ayub 7:4
Ayub meratapi penderitaannya
“Saat berbaring, aku berkata, ‘Kapan aku akan bangun?’ Namun, malam sangat panjang, dan aku berguling-guling hingga fajar.”Ayub 7:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam Ayub 7.5–13 20 merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.”Ayub 7:4 · TB
Terjemahan Baru
“Bila aku pergi tidur, malam merentang panjang; kurindukan fajar, tak dapat kuberbaring tenang.”Ayub 7:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“When I lie down, I say, When shall I arise, and the night be gone? and I am full of tossings to and fro unto the dawning of the day.”Ayub 7:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 7:4?
Ayub menggambarkan insomnia dan kegelisahannya yang parah. Ia tidak bisa tidur nyenyak dan selalu menanti pagi, tetapi malam terasa sangat panjang. Ini menunjukkan betapa berat penderitaannya hingga merampas ketenangan dan istirahatnya.
Latar belakang
Ayub merindukan pagi
Ayub berada di tengah penderitaan yang berkepanjangan. Ia merasa malam begitu panjang dan tak kunjung berakhir. Setiap kali berbaring, ia berharap bisa bangun, tetapi kenyataannya ia hanya berguling-guling sampai fajar.
Di mana
Tanah Us
Di tempat tidur, saat malam
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Bapa
Yang berbicara
Ayub
Orang saleh yang kaya, sedang menderita sakit parah
Kepada
Allah
Sang Pencipta, yang Ayub tujukan keluhannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קוּם
qum · bangun
berdiri, bangkit
לַיְלָה
laylah · malam
waktu gelap setelah matahari terbenam
נָדַד
nadad · berguling-guling
berpindah-pindah, mengembara
Kata 'qum' dan 'nadad' menggambarkan kegelisahan yang tak henti — Ayub tidak bisa bangun, tetapi juga tidak bisa diam. Ini menunjukkan penderitaan yang membuatnya tidak tenang.
Tahukah kamu
Terjemahan yang sulit
Ungkapan 'Kapan aku akan bangun?' dalam bahasa Ibrani bisa juga berarti 'Kapan aku akan berdiri?' — menunjukkan kerinduan untuk lepas dari kondisi terbaring yang menyakitkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 7:4
Mazmur 6:6
Keluhan malam
“Aku lesu karena mengeluh; sepanjang malam aku membanjiri tempat tidurku dengan air mataku.”
Ayub 30:17
Sakit malam
“Pada waktu malam, tulang-tulangku ditusuk-tusuk, dan nyeri-nyeri yang menggerogoti tidak mau berhenti.”
Mazmur 77:4
Tidak bisa tidur
“Engkau menahan mataku dari pada tidur; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 7:4
✕ Sering dikira
Ayub hanya mengeluh karena tidak sabar menunggu pagi.
✓ Yang sebenarnya
Ayub menggambarkan keputusasaan yang mendalam karena penderitaannya tak kunjung berakhir.
✕ Sering dikira
Ayub berpikir bangun pagi akan menyelesaikan masalahnya.
✓ Yang sebenarnya
Ayub terjebak dalam siklus malam yang panjang dan tidak melihat harapan, bahkan pagi pun tidak memberi kelegaan.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 7:4
Kegelisahan dan masalah bisa mengganggu istirahat kita. Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan segala beban kita, agar kita mendapat kelegaan. Percayakanlah kekhawatiranmu kepada-Nya dan biarkan Dia memberikan damai sejahtera.
Bapa, tenangkanlah hatiku yang gelisah dan berikanlah tidur yang nyenyak dalam perlindungan-Mu. Amin.