Batu katapel seperti sekam

Ayub 41:30

Kekuatan Lewiatan yang Tak Terkalahkan

“(41-21) Bagian bawahnya seperti bagian-bagian tembikar yang tajam; ia merentangkan diri seperti papan pengirik gandum di atas lumpur.”

Ayub 41:30 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 41:30?

Bagian bawah Lewiatan seperti tembikar yang tajam, dan ia merentangkan diri seperti papan pengirik gandum di atas lumpur. Ini menggambarkan sisi bawahnya yang tajam dan kuat, serta kemampuannya untuk menghancurkan tanah seperti alat pengirik.

Latar belakang

Anak panah dan batu tidak berarti

TUHAN menegaskan bahwa anak panah tidak membuat Lewiatan lari, dan batu katapel dianggapnya seperti sekam yang ringan. Pentungan atau gada juga dianggap seperti jerami, dan ia menertawakan bunyi lembing yang bergetar.

Di mana

Tanah Uz

Dalam dialog, setelah badai, berbicara tentang Lewiatan

Kapan

~2000 SM

Zaman para leluhur, pasca air bah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Deskripsi senjata yang tidak mempan
Gambaran bagian bawah Lewiatan
Kamu di sini
T

Yang berbicara

TUHAN

Allah yang berfirman kepada Ayub dari dalam badai

A

Kepada

Ayub

Orang saleh yang menderita, sedang diuji imannya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בֶּן-קֶשֶׁת

ben-qeshet · anak panah

anak panah, proyektil busur

קַשׁ

qash · sekam

sekam, jerami kering

שָׂחַק

sachaq · menertawakan

tertawa, mencemooh

Ketiga kata ini menggambarkan bagaimana Lewiatan memandang senjata manusia: anak panah seperti sekam, dan ia menertawakan lembing. Ini menunjukkan kekuatan superiornya dan kesia-siaan perlawanan manusia.

Tahukah kamu

Katapel zaman kuno

Batu katapel adalah senjata jarak jauh yang umum digunakan, tetapi bagi Lewiatan, itu seperti sekam yang beterbangan, sangat tidak efektif.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 41:30

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 41:30

✕  Sering dikira

Menganggap Lewiatan adalah simbol kekuatan militer yang tidak bisa dikalahkan.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah gambaran tentang ciptaan Allah yang dahsyat, bukan metafora politik.

✕  Sering dikira

Berpikir bahwa manusia harus mencoba melawan Lewiatan.

✓  Yang sebenarnya

Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa Allah saja yang berkuasa atas segala sesuatu.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 41:30

Allah menciptakan Lewiatan dengan detail yang menakjubkan, menunjukkan kebijaksanaan dan kuasa-Nya. Saat kita melihat keindahan dan kekuatan alam, ingatlah bahwa Allah yang sama juga memperhatikan kita.

Tuhan, aku terkagum akan kebesaran-Mu dalam ciptaan-Mu. Ajari aku untuk selalu menghormati dan bergantung pada-Mu. Amin.