Elifas Menjawab Ayub

Ayub 4:1

Elifas Menghibur Ayub dengan Teguran

PerikopElifas Menegur Ayub · Ayub 4:1-21 →
“Lalu, Elifas, orang Teman, menjawab, katanya,”

Ayub 4:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 4:1?

Elifas, seorang sahabat Ayub dari Teman, mulai berbicara. Teman adalah sebuah tempat yang terkenal dengan hikmatnya. Elifas adalah orang pertama yang menanggapi penderitaan Ayub, dan ia mulai dengan teguran yang halus.

Latar belakang

Elifas mulai berbicara

Ayub sedang menderita, dan ketiga temannya datang untuk menghibur. Elifas, yang lebih tua, akhirnya angkat bicara setelah mereka diam selama tujuh hari.

Di mana

Tanah Uz

Tempat pembuangan abu, mungkin di luar kota

Kapan

~1500 SM (zaman para bapa leluhur)

Zaman para bapa leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kesengsaraan Ayub dimulai
Elifas memberikan nasihat
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis/Redaktur

Narator kitab Ayub, menyampaikan dialog.

P

Kepada

Pembaca

Orang yang membaca atau mendengar kisah ini.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָנָה

anah · menjawab

memberi respons, biasanya dalam dialog

תֵּימָן

Teyman · Teman

kota yang terkait dengan Edom, terkenal akan hikmat

אָמַר

amar · berkata

mengucapkan, menyatakan

Kata 'menjawab' menunjukkan dialog yang terstruktur, dan penyebutan 'Teman' menggarisbawahi reputasi hikmat Elifas, sehingga pembaca siap mendengarkan.

Tahukah kamu

Nama 'Elifas' dalam tradisi

Nama Elifas juga muncul sebagai putra Esau (Kejadian 36), tetapi Elifas di sini berbeda, orang Teman.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 4:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 4:1

✕  Sering dikira

Elifas adalah orang yang paling bijak di antara teman-teman.

✓  Yang sebenarnya

Kita belum tahu; baru ay. 4-5 menunjukkan ia menganggap diri lebih bijak.

✕  Sering dikira

Ini adalah bagian dari puisi pertama.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini adalah pembuka prosa dari pidato Elifas.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 4:1

Saat kita melihat teman menderita, kita sering merasa harus berkata-kata, tetapi kadang teguran pertama kita belum tentu tepat. Belajar mendengarkan sebelum berbicara adalah langkah bijak.

Tuhan, ajari aku untuk menjadi sahabat yang bijak, yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Amin.