Kilat yang Patuh
Ayub 38:35
Menguji Kuasa Manusia atas Alam
“Dapatkah kamu melepaskan kilat sehingga mereka pergi dan berkata kepadamu, ‘Inilah kami’?”Ayub 38:35 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya?”Ayub 38:35 · TB
Terjemahan Baru
“Dan jika engkau menyuruh petir-petir bersambaran, apakah mereka datang dan berkata, "Saya, Tuan!"?”Ayub 38:35 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Canst thou send lightnings, that they may go, and say unto thee, Here we are?”Ayub 38:35 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 38:35?
Ayub 38:35 bertanya, 'Dapatkah kamu melepaskan kilat sehingga mereka pergi dan berkata kepadamu, “Inilah kami”?' Manusia tidak dapat memerintah kilat atau kekuatan alam; hanya Allah yang memiliki kuasa mutlak atas ciptaan.
Latar belakang
Perintah kepada Kilat
Tuhan melanjutkan rentetan pertanyaan yang menantang otoritas manusia atas ciptaan. Dia bertanya apakah Ayub dapat mengirim kilat dan menyuruhnya pergi, dengan kilat yang patuh seperti utusan yang berkata 'Ini kami'.
Di mana
Tanah Uz
Di tengah badai, langit gelap
Kapan
~2000 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang berdaulat, berbicara dari dalam badai
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, mencari jawaban
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלַח
shalach · melepaskan
mengirim, melepas, atau membiarkan pergi
בָּרָק
baraq · kilat
kilat, cahaya yang menyambar
יָלַךְ
yalakh · pergi
berjalan, pergi, atau bergerak
Kata 'melepaskan' dan 'pergi' menunjukkan bahwa kilat adalah makhluk yang patuh kepada perintah Allah. Manusia tidak bisa memerintah elemen alam seperti itu; hanya Allah yang dapat.
Tahukah kamu
Kilat dalam Bahasa Ibrani
Kata 'kilat' di sini adalah 'baraq', yang juga merupakan akar dari nama Baraq (Hakim-hakim 4), artinya 'kilat'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 38:35
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 38:35
✕ Sering dikira
Mengira Tuhan meminta Ayub untuk melakukan hal yang mustahil sebagai hukuman.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan menggunakan pertanyaan retoris untuk menyadarkan Ayub akan kebesaran Allah, bukan untuk menghukum.
✕ Sering dikira
Mengira kilat adalah malaikat atau makhluk spiritual yang bisa dipanggil manusia.
✓ Yang sebenarnya
Bahasa puitis ini menggambarkan kuasa Allah, bukan ajaran tentang roh alam.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 38:35
Ketika kita merasa berkuasa karena teknologi atau kekayaan, ingatlah bahwa kilat dan badai di luar kendali kita. Bersikaplah rendah hati dan hormati kuasa Allah yang jauh lebih besar.
Tuhan, mampukan aku untuk selalu rendah hati mengakui kuasa-Mu yang tak terbatas dalam hidupku. Amin.