Ayub Menguji Dirinya Sendiri

Ayub 34:37

Elihu Menuduh Ayub Berbicara Tanpa Pengetahuan

Sebab, dia menambah pelanggaran pada dosanya; dia menepuk tangannya di antara kami, dan memperbanyak perkataannya melawan Allah.”

Ayub 34:37 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 34:37?

Ayub 34:37 menuduh Ayub menambah dosa dengan memberontak dan memperbanyak kata-kata menentang Allah. Elihu melihat sikap Ayub sebagai kesombongan, bukan kebenaran.

Latar belakang

Elihu Menuduh Ayub Menambah Dosa

Elihu, yang merasa lebih bijaksana dari Ayub dan ketiga sahabatnya, mengklaim bahwa Ayub berbicara tanpa pengetahuan dan menambahkan pelanggaran pada dosanya. Ia menuduh Ayub merendahkan Allah dan memperbanyak kata-kata menentang-Nya, lalu menganggap Ayub layak diuji lebih lanjut.

Di mana

Tanah Us

Di antara abu dan tumpukan sampah, di luar kota

Kapan

~2000 SM

Zaman para patriark

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub menderita berat
Allah menjawab dari badai
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elihu

Orang muda yang marah, ~30 tahun

A

Kepada

Ayub dan sahabat-sahabatnya

Tiga sahabat Ayub dan Ayub sendiri

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יסף

yasaf · menambah

Menambahkan, melakukan lagi

פשׁע

pesha · pelanggaran

Pemberontakan, kejahatan yang disengaja

רבה

rabah · memperbanyak

Menjadi banyak, meningkatkan

Elihu menuduh Ayub dengan kata-kata yang menunjukkan pelanggaran yang disengaja (pesha), bukan sekadar kesalahan. Ia melihat Ayub sebagai pemberontak yang terus menambah dosa dan memperbanyak perkataan melawan Allah, bukan sebagai orang yang jujur mencari keadilan.

Tahukah kamu

Menepuk tangan sebagai tanda ejekan

Dalam budaya Timur Tengah kuno, menepuk tangan bisa berarti mengejek atau menunjukkan rasa jijik, bukan hanya tepuk tangan seperti sekarang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 34:37

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 34:37

✕  Sering dikira

Anggapan bahwa Ayub benar-benar berdosa dan menentang Allah dengan sengaja.

✓  Yang sebenarnya

Ayub sebenarnya bergumul dengan penderitaannya dan mempertanyakan keadilan Allah, tetapi tetap setia.

✕  Sering dikira

Menganggap kata-kata Elihu sebagai kebenaran yang sesuai dengan hati Allah.

✓  Yang sebenarnya

Allah tidak menegur Elihu secara langsung, tetapi Elihu bukanlah otoritas tertinggi; Allah kemudian berbicara sendiri.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 34:37

Saat berduka, kita mungkin tergoda untuk menyalahkan Tuhan dan memperbanyak keluhan. Namun, ingatlah bahwa sikap hati kita penting. Belajarlah untuk jujur pada Tuhan tetapi tetap rendah hati, dan mintalah hikmat untuk tidak jatuh dalam kepahitan yang memisahkan kita dari-Nya.

Tuhan, ampuni aku jika aku sering mengeluh dan menyalahkan-Mu; ubah hatiku agar tetap taat dan rendah hati dalam setiap keadaan. Amin.