Elihu Membela Keadilan Allah

Ayub 34:10

Allah Tidak Mungkin Berbuat Fasik

“Karena itu, dengarkan aku, hai orang-orang yang berakal budi. Jauhlah dari Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari Yang Mahakuasa untuk berbuat lalim.”

Ayub 34:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 34:10?

Elihu mengajak orang berakal budi untuk mendengarkan, dan menegaskan bahwa mustahil bagi Allah untuk berbuat fasik atau lalim. Ini adalah keyakinan dasar bahwa Allah selalu adil dalam segala tindakan-Nya.

Latar belakang

Elihu meluruskan kesalahan

Elihu menegaskan bahwa Allah tidak mungkin berbuat fasik, karena itu mustahil bagi-Nya. Ia mengajak para pendengar yang berakal budi untuk mendengar argumennya.

Di mana

Tanah Uz

Di dekat timbunan abu, tempat Ayub duduk

Kapan

~2000 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub berseteru dengan tiga sahabat
Tuhan menjawab dari badai
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elihu

Pemuda bijak yang emosi mendengar hujatan Ayub

O

Kepada

Orang-orang berakal budi

Pendengar yang dianggap mampu menilai kebenaran

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חָלִילָה

chalilah · jauhlah

ungkapan yang berarti 'jangan sekali-kali' atau 'mustahil'

רֶשַׁע

resha' · kefasikan

kejahatan moral atau ketidakadilan

עָוֶל

avel · lalim

ketidakadilan atau penindasan

Elihu memakai dua kata yang menekankan ketidakmungkinan Allah bertindak jahat: chalilah (jauhlah) dan resha/avel (kefasikan/lalim). Ini menunjukkan keyakinan kuat pada kekudusan Allah.

Tahukah kamu

Siapa Elihu?

Elihu adalah satu-satunya tokoh dalam Kitab Ayub yang namanya tidak disebutkan sebelumnya, dan ia muncul sebagai juru bicara yang lebih muda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 34:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 34:10

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Allah tidak akan menghukum orang jahat.

✓  Yang sebenarnya

Justru sebaliknya: Allah mustahil berbuat fasik, jadi Dia pasti menghukum kejahatan.

✕  Sering dikira

Elihu sedang membela Allah terhadap tuduhan Ayub.

✓  Yang sebenarnya

Elihu menegaskan keadilan Allah, bukan sekadar membela, ia juga mengoreksi persepsi Ayub.

Renungan

Renungan Singkat Ayub 34:10

Ketika kita merasa Allah tidak adil, kita perlu mengingat kembali karakter-Nya yang suci dan benar. Kepercayaan pada keadilan Allah dapat menjadi dasar iman kita di tengah ketidakpastian.

Tuhan, kuatkan imanku untuk percaya bahwa Engkau selalu adil, bahkan saat aku tidak mengerti jalan-Mu. Amin.