Elifas Membesar-besarkan Dosa Ayub
Ayub 22:5
Elifas Menuduh Ayub Berdosa
PerikopElifas Menasihati Ayub untuk Bertobat · Ayub 22:1-30 →“Bukankah kefasikanmu besar, dan kesalahan-kesalahanmu tidak terhingga?”Ayub 22:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan?”Ayub 22:5 · TB
Terjemahan Baru
“melainkan karena sangat banyak dosamu, dan amat jahat tindakan dan kelakuanmu.”Ayub 22:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Is not thy wickedness great? and thine iniquities infinite?”Ayub 22:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 22:5?
Elifas menuduh Ayub bahwa kejahatannya besar dan kesalahannya tak terbatas. Ini adalah tuduhan yang tidak berdasar. Elifas menggunakan retorika untuk memperkuat argumennya, tetapi ia salah menilai karakter Ayub. Di sepanjang kitab Ayub, Allah menyatakan Ayub benar.
Latar belakang
Tuduhan Kefasikan yang Berlebihan
Elifas menuduh Ayub sangat fasik dan dosanya tak terhingga. Ini tidak berdasar, karena Ayub justru saleh.
Di mana
Tempat pembuangan abu di luar desa
Di antara reruntuhan dan abu, debat
Kapan
~2000 SM
Zaman Patriark
Yang berbicara
Elifas, orang Teman
Teman Ayub yang teolog, ~70 tahun
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita, ~60 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָשָׁע
rasha · kefasikan
kejahatan, kesalahan, atau ketidakadilan
עָוֹן
avon · kesalahan
kejahatan atau hukuman atas kejahatan
אֵין קֵץ
en kets · tidak terhingga
tanpa akhir atau batas
Kata-kata ini menunjukkan tuduhan Elifas yang hiperbola: ia menganggap dosa Ayub sangat besar, padahal Allah sendiri menyebut Ayub 'tidak bercela'. Kita perlu waspada terhadap tuduhan yang berlebihan.
Tahukah kamu
Kata 'kefasikan' bermakna 'gangguan'
Kata Ibrani 'awon' sering diterjemahkan 'kesalahan', tetapi akarnya berarti 'bengkok' atau 'menyimpang'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 22:5
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 22:5
✕ Sering dikira
Menganggap Ayub memang berdosa besar karena dituduh.
✓ Yang sebenarnya
Ayub tidak terbukti berdosa; tuduhan itu salah.
✕ Sering dikira
Mengira dosa bisa diukur secara kuantitatif.
✓ Yang sebenarnya
Di hadapan Allah, dosa adalah masalah relasi, bukan jumlah.
Renungan
Renungan Singkat Ayub 22:5
Kita harus berhati-hati dalam menilai orang lain. Tuduhan yang salah dapat menyakiti hati. Mari belajar untuk melihat sesama dengan kasih, bukan dengan prasangka. Jika kita tidak tahu seluruh cerita, lebih baik diam dan mendoakan.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari sikap menghakimi yang tidak adil. Ajarilah aku untuk melihat kebaikan dalam diri orang lain. Amin.