Bildad Menanyakan Kesabaran Ayub
Ayub 18:2
Bildad: Nasib Orang Fasik
““Berapa lama lagi kamu akan mencari kata-kata? Pertimbangkanlah, maka kami akan berbicara.”Ayub 18:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Bilakah engkau habis bicara? Sadarilah, baru kami akan bicara.”Ayub 18:2 · TB
Terjemahan Baru
“(18:1)”Ayub 18:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“How long will it be ere ye make an end of words? mark, and afterwards we will speak.”Ayub 18:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ayub 18:2?
Bildad menegur Ayub karena dianggapnya terus berbicara tanpa henti. Ia meminta Ayub untuk berhenti dan mempertimbangkan kata-kata Bildad. Ini menunjukkan frustrasi Bildad karena Ayub tidak mau menerima nasihatnya.
Latar belakang
Bildad menuduh Ayub bertele-tele
Bildad merasa Ayub berbicara tanpa henti, dan memintanya untuk berpikir agar mereka bisa berdialog.
Di mana
Uz
Di tempat perkabungan, kemah Ayub
Kapan
~950 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Bildad
Teman Ayub, mewakili hikmat tradisional
Kepada
Ayub
Orang saleh yang menderita berat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָצַב
qatsab · mencari
Memotong, mengakhiri
מִלִּין
millin · kata-kata
Ucapan, perkataan
בִּין
bin · berpikir
Memahami, mengerti
Bildad ingin Ayub menghentikan kata-kata dan mulai mengerti hikmat yang ia tawarkan.
Tahukah kamu
Kata 'berpikir'
Frasa 'pertimbangkanlah' dalam bahasa Ibrani berarti 'mengerti' atau 'memahami'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 18:2
Ayb. 8:2
Ulang
“Berapa lama lagi engkau akan berkata-kata begitu”
Ayb. 16:3
Tema
“Berapa lama lagi kamu akan mengucapkan perkataan”
Ayb. 19:2
Protes
“Berapa lama lagi kamu akan menyusahkan jiwaku”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ayub 18:2
✕ Sering dikira
Ayub benar-benar mencari kata-kata kosong
✓ Yang sebenarnya
Bildad menuduh, tetapi Ayub mencari makna
✕ Sering dikira
Bildad minta Ayub diam
✓ Yang sebenarnya
Ia minta Ayub berpikir agar dialog berjalan
Renungan
Renungan Singkat Ayub 18:2
Terkadang kita terlalu fokus pada pembelaan diri hingga lupa mendengarkan orang lain. Mari belajar untuk memberi ruang bagi orang lain berbicara dan mempertimbangkan perkataan mereka sebelum merespons.
Ya Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk mendengarkan dan mempertimbangkan nasihat orang lain, meskipun itu sulit. Amin.