Bildad Menjawab Ayub

Ayub 18:1

Bildad: Nasib Orang Fasik

Lalu, Bildad, orang Suah, menjawab, katanya,

Ayub 18:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Ayub 18:1?

Bildad, salah satu teman Ayub, mulai berbicara untuk kedua kalinya. Ia berasal dari kota Suah, dan tujuannya adalah untuk menanggapi perkataan Ayub sebelumnya. Ayat ini menunjukkan bahwa Bildad merasa perlu untuk menjawab dan mempertahankan pandangannya tentang penderitaan Ayub.

Latar belakang

Bildad angkat bicara

Setelah Ayub mengeluh dengan pedih, Bildad yang kedua kalinya menjawab. Ia merasa Ayub terlalu banyak bicara dan menganggap Ayub merendahkan mereka.

Di mana

Uz

Di tempat berkabung Ayub, di luar kota

Kapan

~950 SM

Zaman Para Leluhur

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ayub kehilangan segalanya
Pidato kedua Bildad
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Ayub

Penulis anonim, mungkin era Salomo

P

Kepada

Pembaca Kitab Ayub

Umat Israel yang bergumul tentang penderitaan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָנָה

'anah · menjawab

Memberi respons atau tanggapan

בִּלְדַּד

bildad · Bildad

Nama berarti 'Putra Hadad'

שׁוּחַ

shuach · Suah

Nama suku Arab, mungkin 'cinta'

Bildad mewakili tradisi hikmat Timur, dan jawabannya dimulai dengan nada menyerang.

Tahukah kamu

Bildad dari Suah

Suah adalah suku Arab, dan Bildad mungkin mewakili hikmat dari Timur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Ayub 18:1

Ayb. 8:1

Pola sama

Maka, Bildad, orang Suah, menjawab, katanya,

Ayb. 2:11

Latar

Ketiga sahabat Ayub... datang

Ayb. 16:1

Respons

Maka, Ayub menjawab, katanya,

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Ayub 18:1

✕  Sering dikira

Bildad berbicara tentang Ayub secara objektif

✓  Yang sebenarnya

Ia berbicara atas nama tradisi, bukan secara pribadi

✕  Sering dikira

Penulis hadir di percakapan

✓  Yang sebenarnya

Penulis mencatat dari wahyu, bukan saksi mata

Renungan

Renungan Singkat Ayub 18:1

Saat kita berdebat atau berdiskusi, penting untuk mendengarkan dan memberikan tanggapan yang membangun, bukan untuk menyerang. Kita bisa belajar dari Bildad bahwa setiap orang memiliki perspektif, tetapi cara kita menyampaikannya haruslah dengan kasih dan pengertian.

Tuhan, ajarku untuk berbicara dengan bijaksana dan penuh kasih, terutama ketika aku tidak sependapat dengan orang lain. Amin.