Keluarga yang Kacau
Amsal 11:29
Hikmat dalam Kehidupan Sehari-hari
“Mereka yang mengacaukan rumah tangganya akan mewarisi angin, dan orang bodoh akan menjadi budak bagi orang berhikmat.”Amsal 11:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.”Amsal 11:29 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang menyusahkan rumah tangganya, akan kehilangan segala-galanya. Orang bodoh akan melayani orang yang bijaksana.”Amsal 11:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang yang mendatangkan masalah terhadap keluarganya tidak akan mewarisi apa pun. Orang bodoh akan menjadi budak bagi orang bijak.”Amsal 11:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He that troubleth his own house shall inherit the wind: and the fool shall be servant to the wise of heart.”Amsal 11:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amsal 11:29?
Mengacaukan rumah tangga, mungkin melalui perilaku buruk atau tidak bijaksana, akan menuai kehancuran ('mewarisi angin'), dan orang bodoh akan tunduk pada orang berhikmat. Ini menekankan tanggung jawab untuk membangun keluarga dengan hikmat.
Latar belakang
Bahaya Merusak Rumah Tangga
Ada orang yang bertindak merusak keluarganya sendiri, mungkin karena sikap egois atau bodoh. Mereka akan mewarisi angin — sesuatu yang tidak berguna dan sia-sia. Sebaliknya, orang bodoh akan diperbudak oleh orang berhikmat, menunjukkan konsekuensi sosial dari kebodohan.
Di mana
Yerusalem
Lingkungan istana, mungkin saat mengajar
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Salomo
Raja Israel yang terkenal bijaksana, ~950 SM
Kepada
Para pembaca muda
Orang-orang yang sedang belajar hidup bijak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָכַר
akhar · mengacaukan
mengganggu, mengacaukan, menyebabkan kekacauan
נָחַל
nachal · mewarisi
menerima warisan, memperoleh
רוּחַ
ruach · wind
angin, nafas, semangat; sesuatu yang tidak substansial
Kata 'akhar' berarti mengacaukan dengan tindakan yang membawa kekacauan. 'Nachal' berarti menerima warisan, tapi 'ruach' adalah angin yang sia-sia. Jadi, perusak rumah tangga akan memperoleh warisan yang kosong dan tidak bernilai — melambangkan kehancuran total.
Tahukah kamu
Mewarisi angin
Ungkapan 'mewarisi angin' adalah metafora yang kuat untuk kefanaan. Dalam bahasa Ibrani, 'ruach' bisa berarti angin, nafas, atau roh. Mewarisi angin berarti mendapatkan sesuatu yang tidak bisa dipegang atau dipertahankan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 11:29
1 Timotius 5:8
tidak memelihara keluarga
“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, terutama kaum keluarganya, ia telah menyangkal iman”
Amsal 14:1
meruntuhkan rumah
“Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi perempuan yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri”
Matius 12:25
perpecahan membinasakan
“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amsal 11:29
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya berlaku untuk orang yang kasar atau kekerasan fisik
✓ Yang sebenarnya
Mengacaukan rumah bisa juga berarti sikap egois, tidak bertanggung jawab, atau keputusan bodoh yang merusak keharmonisan keluarga.
✕ Sering dikira
Orang bodoh akan menjadi budak secara harfiah
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kiasan: orang yang tidak bijak akan kehilangan kebebasan dengan bergantung pada orang lain yang lebih bijak.
Renungan
Renungan Singkat Amsal 11:29
Bagaimana hubunganmu dengan keluargamu? Apakah perkataan dan tindakanmu membangun atau merusak? Hari ini, ambil langkah untuk menciptakan damai di rumah, misalnya dengan mendengarkan atau mengakui kesalahan, agar kamu tidak 'mewarisi angin'.
Bapa, berikan aku hikmat untuk membangun rumah tanggaku dalam kasih dan pengertian, bukan kekacauan. Amin.