Umat Sujud
2 Tawarikh 7:3
Kemuliaan Allah dan Janji-Nya
“Ketika semua orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN melingkupi bait itu, mereka berlutut dengan muka mereka sampai ke tanah di atas lantai batu. Mereka sujud menyembah dan mengucap syukur kepada TUHAN, “Sebab Dia Baik! Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!””2 Tawarikh 7:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."”2 Tawarikh 7:3 · TB
Terjemahan Baru
“Ketika rakyat Israel melihat api turun dari langit dan cahaya kehadiran TUHAN memenuhi Rumah TUHAN, mereka tersungkur di lantai lalu menyembah serta memuji Allah, karena Ia baik dan kasih-Nya kekal abadi.”2 Tawarikh 7:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when all the children of Israel saw how the fire came down, and the glory of the LORD upon the house, they bowed themselves with their faces to the ground upon the pavement, and worshipped, and praised the LORD, saying, For he is good; for his mercy endureth for ever.”2 Tawarikh 7:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 7:3?
Ayat ini menggambarkan respons orang Israel: mereka sujud dan memuji Tuhan dengan pengakuan yang sama seperti Daud: 'Sebab Dia baik! Kasih setia-Nya untuk selama-lamanya.' Ini menunjukkan penyembahan yang lahir dari melihat karya Tuhan.
Latar belakang
Sembah Sujud dan Syukur
Melihat api dan kemuliaan turun, seluruh umat Israel berlutut dengan wajah ke tanah, menyembah dan bersyukur. Mereka mengulang pujian khas bahwa kasih setia Allah kekal, seperti yang biasa dinyanyikan dalam ibadah.
Di mana
Pelataran Bait Suci, Yerusalem
Di pelataran, berlutut di atas lantai batu
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 2 Tawarikh
Sekutu Ezra, ~5 SM, mencatat sejarah imamat
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan, baru kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כָּרַע
kara · berlutut
Berlutut atau membungkuk rendah, tanda hormat
שָׁחָה
shachah · sujud
Sujud, menyembah dengan sikap merendahkan diri
חֶסֶד
chesed · kasih setia
Kasih setia, kebaikan yang setia, belas kasihan
Ibadah sejati adalah respons yang tepat terhadap kehadiran Allah, ditandai kerendahan hati dan pengakuan kasih setia-Nya yang kekal.
Tahukah kamu
Pujian yang sama
Frasa 'kasih setia-Nya untuk selama-lamanya' muncul beberapa kali dalam Alkitab, termasuk dalam Mazmur 136 sebagai refrain.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 7:3
Mazmur 136:1
Refrain pujian yang sama
“Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Nehemia 8:6
Sikap sujud saat ibadah
“Maka seluruh umat itu mengangkat tangan dan menjawab, 'Amin, amin!' sambil menundukkan kepala dan sujud kepada TUHAN.”
Wahyu 4:10
Sikap sujud di hadapan Allah
“...mereka sujud menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 7:3
✕ Sering dikira
Umat menyembah Salomo, bukan Allah.
✓ Yang sebenarnya
Mereka menyembah TUHAN, yang terbukti baik.
✕ Sering dikira
Hanya sekali-sekali mereka bersukacita, tidak rutin.
✓ Yang sebenarnya
Respons ini bersifat spontan dan penuh syukur, tetapi menjadi pola ibadah.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 7:3
Ketika kita melihat karya Tuhan dalam hidup kita, respons alami adalah sujud dan memuji. Mari ingat kebaikan dan kasih setia Tuhan yang kekal, dan ungkapkan syukur kita hari ini.
Tuhan, aku bersyukur atas kebaikan dan kasih setia-Mu yang kekal, ajari aku untuk memuji-Mu dalam segala situasi, Amin.