Tuhan Menjawab Salomo
2 Tawarikh 7:13
Janji dan Peringatan Allah
PerikopTUHAN Datang kepada Salomo untuk Kedua Kalinya · 2 Tawarikh 7:11-22 →“Jika Aku menutup langit sehingga tidak turun hujan dan jika Aku menyuruh belalang melahap hasil bumi, dan jika Aku mengirim penyakit sampar kepada umat-Ku,”2 Tawarikh 7:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku,”2 Tawarikh 7:13 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila Aku tidak menurunkan hujan atau Aku mengirim belalang untuk menghabiskan hasil bumi atau mendatangkan wabah penyakit ke atas umat-Ku,”2 Tawarikh 7:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“If I shut up heaven that there be no rain, or if I command the locusts to devour the land, or if I send pestilence among my people;”2 Tawarikh 7:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 7:13?
Ayat ini menggambarkan kondisi ketika Allah menghukum umat-Nya dengan bencana alam seperti kekeringan, belalang, dan penyakit sampar. Ini menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas alam dan memakainya untuk menarik perhatian umat-Nya yang tersesat.
Latar belakang
Peringatan tentang Bencana
Setelah Salomo selesai membangun bait dan berdoa, TUHAN menampakkan diri untuk menjawab. Ayat ini memulai serangkaian kondisi yang bisa mendatangkan hukuman, seperti kekeringan, belalang, dan penyakit sampar.
Di mana
Yerusalem
Di bait Allah, pada malam hari, dalam penglihatan
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari.
Kepada
Salomo
Raja Israel, putra Daud, yang baru selesai membangun bait Allah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עָצַר
atsar · menutup
menahan atau mencegah sesuatu terjadi
שָׁמַיִם
shamayim · langit
tempat tinggal Allah, juga berarti udara atau atmosfer
מָטָר
matar · hujan
air yang turun dari langit, penting untuk pertanian
Ketika langit 'tertutup', itu bukan sekadar cuaca buruk, melainkan tanda hubungan yang retak antara Allah dan umat-Nya. Belalang dan sampar adalah bukti nyata bahwa berkat dan kutuk bergantung pada kesetiaan.
Tahukah kamu
Bencana sebagai Alat Pendidikan
Dalam budaya Timur Tengah kuno, bencana sering dianggap sebagai cara dewa menghukum umat yang tidak setia. Di sini, TUHAN memakai bencana untuk memanggil umat-Nya kembali kepada-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 7:13
Ulangan 28:23-24
Konsekuensi ketidaktaatan
“Langit di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah di bawahmu menjadi besi. TUHAN akan membuat hujan bagi negerimu menjadi debu dan abu.”
1 Raja-raja 8:35
Doa Salomo sebelumnya
“Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu...”
Yoel 2:12-13
Panggilan untuk berbalik
“Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan meratap.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 7:13
✕ Sering dikira
Bencana adalah hukuman otomatis atas dosa pribadi
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang umat secara korporat, bukan otomatis menghubungkan setiap bencana dengan dosa individu
✕ Sering dikira
Tuhan penyebab semua malapetaka
✓ Yang sebenarnya
Teks ini menggambarkan konsekuensi atas ketidaksetiaan, tetapi Allah juga menyediakan jalan pemulihan
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 7:13
Terkadang masalah datang sebagai peringatan dari Tuhan. Saat menghadapi kesulitan, cobalah introspeksi diri dan bertanya apakah ada yang perlu diperbaiki dalam hubunganmu dengan Tuhan.
Tuhan, saat aku menghadapi pencobaan, tolong aku untuk berhenti dan mencari Engkau, bukan menyalahkan keadaan. Amin.