Doa di Tengah Perang

2 Tawarikh 6:34

Doa Pentahbisan Bait Suci

Jika umat-Mu maju berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan jika mereka berdoa kepada-Mu ke arah kota yang telah Kaupilih ini dan ke bait yang telah kubangun bagi nama-Mu,

2 Tawarikh 6:34 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 6:34?

Salomo memohon agar ketika umat Israel maju berperang sesuai perintah TUHAN, dan mereka berdoa menghadap kota pilihan dan bait yang dibangun bagi nama-Nya, maka TUHAN mendengar dari surga dan memberikan keadilan/ kemenangan bagi mereka.

Latar belakang

Doa saat Berperang

Salomo berdoa tentang situasi ketika umat Israel maju berperang melawan musuh. Ia meminta agar Tuhan mendengar doa mereka yang dipanjatkan ke arah kota Yerusalem dan Bait Suci ini.

Di mana

Yerusalem

Di pelataran Bait Suci, di atas mimbar tembaga

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pentahbisan Bait Suci
Kemuliaan TUHAN memenuhi Bait
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel, ~30 tahun, bijaksana

T

Kepada

TUHAN Allah

Allah Israel yang Mahatinggi

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִלְחָמָה

milchamah · berperang

pertempuran atau peperangan

פָּלַל

palal · berdoa

memohon dengan sungguh-sungguh

דֶּרֶךְ

derekh · ke arah

jalan atau arah

Frasa 'berdoa ke arah' menunjukkan orientasi geografis dalam doa, mengingatkan bahwa tempat kudus menjadi titik fokus spiritual bagi umat Israel di mana pun mereka berada.

Tahukah kamu

Arah Doa

Dalam doa ini, Salomo menekankan arah doa ke Yerusalem dan Bait Suci, yang kemudian menjadi praktik umat Yahudi berdoa menghadap Yerusalem.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 6:34

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 6:34

✕  Sering dikira

Doa ini hanya untuk perang fisik

✓  Yang sebenarnya

Bisa juga bermakna spiritual, peperangan melawan kuasa jahat

✕  Sering dikira

Tuhan hanya menjawab doa dari Bait Suci

✓  Yang sebenarnya

Bait Suci adalah simbol kehadiran-Nya, bukan pembatas kuasa-Nya

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 6:34

Saat menghadapi pergumulan dan peperangan hidup, kita diajak untuk berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan mendengar. Jadikan doa sebagai senjata utama sebelum mengambil langkah apa pun.

Tuhan, ketika aku berhadapan dengan tantangan, tolong aku untuk selalu berharap kepada-Mu dalam doa dan percaya bahwa Engkau akan memberikan keadilan terbaik, Amin.