Amon Menolak Merendahkan Diri

2 Tawarikh 33:23

Kesombongan Raja Amon

PerikopAmon, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 33:21-25 →
“Dia tidak merendahkan diri di hadapan TUHAN seperti Manasye, ayahnya, merendahkan diri. Sebaliknya, Amon semakin menambah kesalahannya.”

2 Tawarikh 33:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 33:23?

Berbeda dengan ayahnya yang pada akhirnya bertobat, Amon tidak pernah merendahkan diri di hadapan Tuhan. Ia bahkan terus berbuat dosa, sehingga kesalahannya semakin menumpuk.

Latar belakang

Kebanggaan yang Menghalangi Pertobatan

Berbeda dengan Manasye yang akhirnya merendahkan diri dan berdoa, Amon terus berbuat dosa tanpa penyesalan. Penulis menekankan bahwa Amon tidak belajar dari pengalaman ayahnya, dan kesombongannya menyebabkan kehancuran.

Di mana

Yerusalem

Istana raja

Kapan

~640 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Amon menjadi raja
Amon dibunuh
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Kitab Tawarikh

Sejarawan imam, ~400 SM

P

Kepada

Pembaca Kitab Tawarikh

Orang Yehuda pasca-pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּנַע

kana‘ · merendahkan diri

Menundukkan diri, menjadi rendah hati

רָבָה

ravah · menambah

Memperbanyak, menjadi banyak

אָשָׁם

asham · kesalahan

Rasa bersalah, hutang dosa

Kata 'kana' berarti menundukkan diri secara aktif, bukan sekadar merasa menyesal. 'Asham' menunjukkan dosa yang menumpuk dan menuntut pembayaran, seperti hutang yang semakin besar.

Tahukah kamu

Kata yang Sama untuk Manasye

Kata 'merendahkan diri' digunakan untuk Manasye (2 Tawarikh 33:12) dan juga untuk Amon, tetapi hasilnya berbeda: Manasye selamat, Amon tidak.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 33:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 33:23

✕  Sering dikira

Mengira Amon tidak punya kesempatan untuk bertobat karena pemerintahannya singkat.

✓  Yang sebenarnya

Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk bertobat, tetapi ia memilih untuk terus berbuat dosa.

✕  Sering dikira

Menganggap 'merendahkan diri' hanya soal emosi, seperti menangis atau merasa sedih.

✓  Yang sebenarnya

Merendahkan diri adalah tindakan konkret meninggalkan dosa dan tunduk kepada Allah, bukan sekadar perasaan.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 33:23

Kerendahan hati adalah kunci untuk menerima kasih karunia Tuhan. Tanpa kerendahan hati, kita akan semakin jauh dari Tuhan dan semakin dalam dalam dosa. Mari kita belajar untuk rendah hati dan mengakui kebutuhan kita akan Tuhan setiap hari.

Tuhan, bentuklah hatiku menjadi rendah hati dan mau bertobat, jangan biarkan aku mengeraskan hati seperti Amon. Amin.