Kesombongan Hizkia setelah mujizat
2 Tawarikh 32:25
Hizkia Diserang Asyur dan Disembuhkan
PerikopAkhir Hidup Hizkia · 2 Tawarikh 32:24-33 →“Namun, Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, sebab hatinya menjadi angkuh. Itulah sebabnya, murka TUHAN menimpa dia, juga Yehuda dan Yerusalem.”2 Tawarikh 32:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi Hizkia tidak berterima kasih atas kebaikan yang ditunjukkan kepadanya, karena ia menjadi angkuh, sehingga ia dan Yehuda dan Yerusalem ditimpa murka.”2 Tawarikh 32:25 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi karena ia sombong, ia tidak berterima kasih atas kesembuhan yang diberikan TUHAN kepadanya. Oleh karena itu TUHAN marah kepada Yehuda dan Yerusalem.”2 Tawarikh 32:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But Hezekiah rendered not again according to the benefit done unto him; for his heart was lifted up: therefore there was wrath upon him, and upon Judah and Jerusalem.”2 Tawarikh 32:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 32:25?
Hizkia, yang sebelumnya setia dan diberkati, menjadi sombong setelah mengalami kebaikan Tuhan. Ia lupa bersyukur, dan kesombongannya itu membawa murka Tuhan atas dirinya dan seluruh Yehuda. Ini menunjukkan bahwa berkat bisa menjadi batu sandungan jika tidak disertai kerendahan hati.
Latar belakang
Angkuh setelah mujizat
Hizkia baru saja disembuhkan dari penyakit mematikan, tetapi ia tidak menunjukkan rasa syukur yang pantas. Hatinya menjadi angkuh, sehingga murka Tuhan datang atas dia, Yehuda, dan Yerusalem.
Di mana
Yerusalem
Di istana raja, setelah Hizkia disembuhkan
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis Tawarikh
Imam Lewi yang mencatat sejarah umat Tuhan, ~400 SM
Kepada
Para pembaca kitab Tawarikh
Orang Yehuda yang kembali dari pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא־גָמַל
lo gamal · tidak berterima kasih
tidak membalas kebaikan, tidak memberi respons yang setimpal
חֶסֶד
chesed · kebaikan
kasih setia, kemurahan yang berdasarkan perjanjian
גָּבַהּ
gavah · angkuh
menjadi tinggi, sombong, memandang rendah orang lain
Ketika kita menerima kebaikan Tuhan (chesed), respons yang diharapkan adalah kerendahan hati, bukan keangkuhan. Kata "gavah" menunjukkan sikap meninggikan diri, yang memutus aliran kasih setia Tuhan.
Tahukah kamu
Penyakit Hizkia
Menurut 2 Raja-raja 20, Hizkia sakit bisul, dan Tuhan menyembuhkannya dengan membalutkan kue ara pada bisul itu — sebuah tindakan medis sederhana yang justru menunjukkan kuasa Tuhan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 32:25
2 Tawarikh 26:16
Pola kesombongan
“Ketika ia menjadi kuat, hatinya menjadi tinggi sehingga ia melakukan hal yang merusak.”
Amsal 16:18
Prinsip umum
“Kesombongan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Yakobus 4:6
Respons Tuhan
“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 32:25
✕ Sering dikira
Mengira Hizkia benar-benar jatuh dari iman dan kehilangan keselamatan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menggambarkan kesalahan sikap sesaat, bukan kehilangan status, karena ia kemudian bertobat.
✕ Sering dikira
Menganggap penyakit Hizkia adalah hukuman langsung atas dosanya.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak secara eksplisit menghubungkan penyakit dengan dosa; keangkuhan muncul setelah kesembuhan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 32:25
Saat berhasil atau diberkati, mudah sekali merasa hebat sendiri. Coba ingat kembali siapa yang memberkati kita, dan luangkan waktu untuk bersyukur secara konkret hari ini, misalnya menulis jurnal syukur atau berterima kasih pada orang.
Tuhan, ingatkan aku untuk selalu bersyukur atas kebaikan-Mu dan jauhkan aku dari kesombongan, agar hidupku tetap berkenan kepada-Mu. Amin.