Ancaman Sanherib atas Yehuda

2 Tawarikh 32:1

Kesetiaan Hizkia dan Pertolongan TUHAN

Sesudah hal-hal yang Hizkia lakukan dengan penuh kesetiaan itu, Sanherib, raja Asyur, datang dan menyerang Yehuda. Dia mengepung kota-kota berkubu dan berniat menaklukkannya.

2 Tawarikh 32:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 32:1?

Setelah Hizkia setia, datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerang Yehuda dan mengepung kota-kota berkubu dengan tujuan merebutnya. Ini menunjukkan bahwa kesetiaan tidak menjamin bebas dari masalah, tapi Tuhan tetap menyertai orang yang setia.

Latar belakang

Invasi Asyur

Setelah Hizkia menunjukkan kesetiaan dalam reformasi agama, Sanherib, raja Asyur, datang menyerang Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu dengan tujuan menaklukkan mereka. Ini adalah awal dari krisis besar yang menguji iman Hizkia.

Di mana

Yerusalem

Catatan sejarah, sudut pandang penulis

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hizkia memurnikan ibadah
Doa Hizkia dan Yesaya
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan imam, pasca-pembuangan

P

Kepada

Pembaca kitab

Komunitas Yehuda yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אֱמוּנָה

emunah · kesetiaan

keteguhan, dapat dipercaya, setia

בּוֹא

bo' · menyerang

masuk, datang untuk berperang

מִבְצָר

mivtzar · berkubu

benteng, tempat yang diperkuat

Kesetiaan Hizkia (emunah) menjadi dasar, sementara 'bo' menunjukkan serangan yang nyata. Mivtzar mengingatkan bahwa perlindungan manusia punya batas, berbeda dengan kesetiaan TUHAN yang kokoh.

Tahukah kamu

Sanherib dalam sejarah

Sanherib adalah raja Asyur yang terkenal kejam. Catatan Asyur menyebutkan ia mengepung Yerusalem dan menuntut upeti, tetapi pengepungannya berakhir secara misterius—sejalan dengan kisah Alkitab tentang malaikat TUHAN yang melenyapkan tentaranya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 32:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 32:1

✕  Sering dikira

Ayat ini berarti Hizkia gagal karena ia diserang setelah melakukan yang benar.

✓  Yang sebenarnya

Serangan ini adalah ujian iman, bukan hukuman atas kesalahan Hizkia.

✕  Sering dikira

Kota-kota berkubu langsung jatuh; Hizkia tidak berbuat apa-apa.

✓  Yang sebenarnya

Ayat berikutnya menunjukkan Hizkia proaktif bersiap, menunjukkan tindakan iman yang nyata.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 32:1

Kesetiaan kepada Tuhan tidak membuat kita kebal dari masalah. Justru di saat masalah datang, kita bisa menguji iman dan melihat pertolongan Tuhan. Jangan menganggap kesetiaan sebagai asuransi bebas masalah.

Tuhan, ketika masalah datang, tolong aku tetap setia dan percaya bahwa Engkau menyertai aku. Amin.