Ahas naik takhta

2 Tawarikh 28:1

Raja yang Tidak Taat

PerikopAhas, Raja Yehuda · 2 Tawarikh 28:1-15 →
“Ahas berusia 20 tahun saat dia menjadi raja. Dia memerintah di Yerusalem selama 16 tahun. Dia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, nenek moyangnya.”

2 Tawarikh 28:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 28:1?

Ayat ini memperkenalkan Raja Ahas, yang memerintah Yehuda pada usia 20 tahun selama 16 tahun. Ia dinilai tidak melakukan yang benar di mata TUHAN, tidak seperti Daud, nenek moyangnya. Ini menunjukkan bahwa posisi raja pun tidak menjamin hidup yang benar di hadapan Allah.

Latar belakang

Ahas Menjadi Raja

Ahas menjadi raja Yehuda pada usia 20 tahun dan memerintah 16 tahun. Penulis segera menilai pemerintahannya: ia tidak melakukan yang benar di mata TUHAN seperti Daud, nenek moyangnya.

Di mana

Yerusalem

Istana raja di Yerusalem

Kapan

~735 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Raja Yotam wafat
Serangan Aram-Israel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan imam, ~400 SM

U

Kepada

Umat Yehuda pasca-pembuangan

Orang yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָשָׁר

yashar · benar

lurus, jujur, sesuai standar TUHAN

יְהוָה

YHWH · TUHAN

Nama pribadi Allah Israel

עֵינַיִם

enayim · mata

mata, penglihatan, penilaian

Frasa 'melakukan yang benar di mata TUHAN' menekankan standar ilahi, bukan sekadar moralitas manusia.

Tahukah kamu

Raja di Usia Muda

Ahas adalah raja termuda Yehuda yang tercatat, naik takhta pada usia 20 tahun, lebih muda dari Yoas (7 tahun) dan Yosia (8 tahun).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 28:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 28:1

✕  Sering dikira

Ahas tidak benar sama sekali, tetapi ia masih raja yang sah.

✓  Yang sebenarnya

Ia tetap diurapi, tetapi kegagalannya menjadi peringatan.

✕  Sering dikira

Umur 20 menunjukkan kurang pengalaman sehingga wajar gagal.

✓  Yang sebenarnya

Usia tidak menentukan ketaatan; banyak raja muda lain tetap setia.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 28:1

Kita mungkin memiliki posisi atau kuasa tertentu, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan. Jangan hanya mengandalkan status atau warisan iman, tetapi miliki hubungan pribadi yang setia kepada Allah.

Tuhan, tolong aku untuk hidup benar di hadapan-Mu, bukan hanya mengandalkan status atau nama baik, tetapi dengan ketaatan yang sungguh. Amin.