Rakyat Malu Masuk Kota

2 Samuel 19:3

Daud Kembali dan Memulihkan Kerajaan

Pada hari itu, rakyat memasuki kota dengan diam-diam, seperti rakyat yang malu karena melarikan diri dari pertempuran.

2 Samuel 19:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Samuel 19:3?

Rakyat yang seharusnya merayakan kemenangan justru masuk kota dengan diam-diam, seperti tentara yang kalah dan malu. Ini menegaskan suasana duka yang menyelimuti kemenangan, membuat orang tidak berani bersukacita.

Latar belakang

Pasukan masuk dengan diam-diam

Para prajurit yang menang perang tidak berani bersorak. Mereka masuk kota seperti tentara yang kalah dan melarikan diri — malu karena raja berduka.

Di mana

Kota Mahanaim

Gerbang kota, sore hari

Kapan

~980 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Absalom
Daud kembali ke Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis/Redaktur

Narator kisah.

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בַּחֲשָׁאי

bachashai · diam-diam

Secara sembunyi, dengan tenang

בּוֹשׁ

bosh · malu

Merasa malu, dipermalukan

נָס

nas · melarikan diri

Lari, melarikan diri

Kata 'diam-diam' (bachashai) dan 'malu' (bosh) menunjukkan perasaan bersalah kolektif. Mereka seperti tentara yang kalah, bukan pemenang.

Tahukah kamu

Malu di depan umum

Dalam budaya Timur Dekat kuno, malu adalah emosi sosial yang kuat. Rakyat takut dianggap tidak menghormati duka raja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 19:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Samuel 19:3

✕  Sering dikira

Rakyat kembali ke tenda masing-masing karena kalah perang.

✓  Yang sebenarnya

Mereka menang, tetapi karena duka raja mereka bertindak seperti kalah.

✕  Sering dikira

Menangis adalah tanda kelemahan.

✓  Yang sebenarnya

Dalam budaya itu, menangis adalah ekspresi normal, bahkan untuk raja.

Renungan

Renungan Singkat 2 Samuel 19:3

Penting untuk mengenali suasana hati orang lain. Jangan memaksakan kegembiraan saat mereka berduka, tetapi hargailah proses duka mereka.

Tuhan, beri kami kepekaan untuk memahami suasana hati sesama dan mendukung mereka dengan kasih. Amin.