Amon Sadar dan Menyewa Pasukan
2 Samuel 10:6
Perang Sebagai Akibat Kebencian
PerikopPerang terhadap Orang Amon · 2 Samuel 10:6-14 →“Orang Amon mengetahui bahwa mereka dibenci oleh Daud. Jadi, mereka mengirim dan menyewa orang Aram dari Bet-Rehob dan dari Zoba sebanyak 20.000 orang pasukan berjalan kaki, raja negeri Maakha dengan 1.000 orangnya, dan 12.000 orang Tob.”2 Samuel 10:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah dilihat bani Amon, bahwa mereka dibenci Daud, maka bani Amon itu menyuruh orang menyewa dari orang Aram-Bet-Rehob dan orang Aram dari Zoba dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, dari raja negeri Maakha seribu orang dan dari orang-orang Tob dua belas ribu orang.”2 Samuel 10:6 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian orang Amon menyadari bahwa perbuatan mereka menyebabkan Daud memusuhi mereka. Sebab itu mereka menyewa 20.000 orang prajurit Siria yang tinggal di Bet-Rehob dan Zoba, juga 12.000 orang prajurit dari Tob, serta raja negeri Maakha dengan 1.000 orang anak buahnya.”2 Samuel 10:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Ketika orang-orang Amon menyadari bahwa mereka sudah membuat Daud membenci mereka, bangsa Amon pun menyewa pasukan dari negeri Siria: 20.000 tentara pejalan kaki dari daerah Bet Rehob dan Zoba, 1.000 tentara dari Maaka, dan 12.000 tentara dari daerah Tob.”2 Samuel 10:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when the children of Ammon saw that they stank before David, the children of Ammon sent and hired the Syrians of Bethrehob, and the Syrians of Zoba, twenty thousand footmen, and of king Maacah a thousand men, and of Ishtob twelve thousand men.”2 Samuel 10:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Samuel 10:6?
Orang Amon menyadari bahwa mereka telah memancing kemarahan Daud, lalu mereka mempersiapkan diri dengan menyewa tentara Aram dari berbagai daerah untuk berperang melawan Israel.
Latar belakang
Persiapan perang
Orang Amon sadar bahwa tindakan mereka telah membuat Daud marah, meskipun belum tentu dia akan menyerang. Mereka menghabiskan banyak uang untuk menyewa tentara bayaran Aram dari berbagai kerajaan, menunjukkan kecemasan mereka dan keinginan untuk bertahan.
Di mana
Raba (ibu kota Amon)
Amon dan sekitarnya, sebelum konfrontasi militer
Kapan
~990 SM
Kerajaan Daud
Yang berbicara
Narator (Penulis 2 Samuel)
Sejarawan kerajaan, mencatat kisah Daud
Kepada
Pembaca kitab
Umat Israel dan kita
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נִבְאֲשׁוּ
niv'ashu · dibenci
menjadi busuk atau berbau tidak sedap, berarti rusaknya hubungan
וַיִּשְׂכְּרוּ
vayyiskeru · menyewa
membayar upah untuk jasa militer
אֲרָמִים
Aramim · orang Aram
bangsa dari wilayah Aram/Suriah
Kata 'dibenci' di sini berarti hubungan membusuk—dampak dari penghinaan mereka. Mereka merespons dengan rasa takut dan kekuatan militer, bukan dengan pertobatan.
Tahukah kamu
Aram adalah kekuatan besar
Aram (Suriah) adalah kerajaan kuat di utara, dengan infanteri, kavaleri, dan kereta perang yang ditakuti.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Samuel 10:6
Amsal 10:12
Kebencian memicu konflik
“Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi semua pelanggaran”
Mazmur 2:1-2
Negeri merencanakan perlawanan
“Mengapa bangsa-bangsa gelisah dan suku-suku bangsa merancang perkara yang sia-sia?”
Yohanes 15:18
Dunia membenci tanpa sebab
“Jikalau dunia membenci kamu, ketahuilah bahwa ia telah membenci Aku lebih dahulu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Samuel 10:6
✕ Sering dikira
Orang Amon membenci Daud karena dia jahat.
✓ Yang sebenarnya
Mereka melakukan kesalahan lalu takut akan balasannya, dan lebih memilih berperang daripada meminta maaf.
✕ Sering dikira
Daud langsung menyatakan perang setelah dihina.
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada bukti Daud segera membalas; orang Amon yang mengambil inisiatif dengan menyewa pasukan.
Renungan
Renungan Singkat 2 Samuel 10:6
Ketika kita berbuat salah, sering kali kita mencoba melindungi diri dengan kekuatan sendiri, bukan mengakui kesalahan. Sikap ini justru memperbesar masalah. Lebih baik mengakui kesalahan dan mencari jalan damai.
Ya Bapa, berikan kami kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan keberanian untuk mencari damai, bukan konfrontasi. Amin.