Kunjungan Ketiga yang Sudah Diperingatkan
2 Korintus 13:1
Ujilah Diri Sendiri: Paulus Menuju Korintus
“Ini adalah ketiga kalinya aku mengunjungimu. Harus ada keterangan dari dua atau tiga saksi, maka suatu perkara dikatakan sah.”2 Korintus 13:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah.”2 Korintus 13:1 · TB
Terjemahan Baru
“Ini adalah untuk ketiga kalinya saya datang mengunjungi kalian. Dalam Alkitab tertulis, "Setiap perkara harus didukung oleh kesaksian dua atau tiga orang saksi, baru perkara itu sah."”2 Korintus 13:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saudara-saudari, kunjungan saya nanti adalah yang ketiga kalinya. Saya siap menyelesaikan perkara-perkara yang masih ada di antara kalian. Jadi, saya mengingatkan apa yang tertulis dalam Kitab Suci, “Setiap perkara harus dikuatkan oleh dua atau tiga orang saksi mata, barulah keputusan atas perkara itu sah.””2 Korintus 13:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“This is the third time I am coming to you. In the mouth of two or three witnesses shall every word be established.”2 Korintus 13:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Korintus 13:1?
Paulus mengingatkan bahwa dia akan datang untuk ketiga kalinya dan menegaskan prinsip hukum bahwa suatu perkara baru sah jika didukung oleh dua atau tiga saksi. Ini menunjukkan keseriusan dan kehati-hatian dalam menangani masalah di jemaat.
Latar belakang
Ini Kunjungan Terakhir yang Dia Janjikan
Paulus sudah mengunjungi Korintus dua kali, termasuk kunjungan yang dia sebut 'menyakitkan'. Sekarang dia mau datang lagi — dan kali ini dengan otoritas penuh. Dia mengutip hukum Ulangan: dua atau tiga saksi dibutuhkan untuk membuktikan suatu perkara. Dengan cara ini, ketiga kunjungannya itu menjadi seperti proses persidangan formal.
Di mana
Makedonia (kemungkinan Filipi)
Paulus menulis surat ini dari Makedonia setelah bertemu Titus yang membawa kabar dari Korintus
Kapan
~56 M
Perjalanan misi Paulus ketiga
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang menulis dari Makedonia, bersiap kunjungan ketiga ke Korintus
Kepada
Jemaat Korintus
Komunitas yang masih bergolak, disusupi pengajar-pengajar palsu
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μάρτυς
martys · witness
Saksi — akar kata 'martyr'; dalam hukum Yahudi minimal dua saksi dibutuhkan untuk menetapkan kesalahan seseorang
σταθήσεται
stathēsetai · established
Ditetapkan/disahkan — dari histēmi (berdiri tegak); bukti yang tak bisa lagi digoyahkan
ῥῆμα
rhēma · matter/word
Perkara/perkataan — bukan sekadar kata biasa, tapi pernyataan yang memiliki bobot hukum resmi
Paulus menggunakan bahasa pengadilan dengan presisi: saksi (martys), pernyataan resmi (rhēma), dan keputusan yang ditetapkan (stathēsetai). Ini bukan sekadar bicara keras — ini peringatan formal yang terstruktur.
Tahukah kamu
Paulus pakai hukum pengadilan Yahudi untuk jemaat Yunani
Prinsip 'dua atau tiga saksi' berasal dari Ulangan 19:15 — aturan hukum Musa untuk kasus pidana. Paulus menggunakannya secara kreatif: setiap kunjungannya ke Korintus adalah 'saksi' yang sah atas situasi jemaat itu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Korintus 13:1
Ulangan 19:15
Paulus mengutip langsung hukum Taurat ini sebagai dasar hukum tindakannya
“Satu saksi saja tidak cukup untuk membuktikan kesalahan seseorang... Suatu perkara harus ditetapkan berdasarkan kesaksian dua atau tiga saksi.”
Matius 18:16
Yesus menggunakan prinsip yang sama untuk disiplin dalam komunitas
“Tetapi jika ia tidak mau mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.”
1 Timotius 5:19
Paulus menerapkan prinsip saksi yang sama dalam konteks kepemimpinan gereja
“Janganlah engkau menerima tuduhan terhadap seorang tua jemaat, kecuali kalau ada dua atau tiga orang saksi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Korintus 13:1
✕ Sering dikira
Paulus membutuhkan saksi untuk membuktikan dirinya sebagai rasul yang asli
✓ Yang sebenarnya
Paulus menggunakan analogi pengadilan untuk memberi tahu bahwa kunjungan ketiganya adalah tindakan resmi terhadap mereka yang berdosa dan belum bertobat
✕ Sering dikira
Ini berarti setiap masalah gereja harus diselesaikan secara harfiah dengan dua atau tiga saksi fisik
✓ Yang sebenarnya
Paulus menggunakan prinsip hukum ini sebagai metafora — ketiga kunjungannya menjadi 'bukti' yang cukup untuk bertindak dengan otoritas penuh
Renungan
Renungan Singkat 2 Korintus 13:1
Dalam menghadapi konflik, kita perlu mencari kebenaran dengan teliti dan tidak mudah menuduh tanpa bukti yang cukup. Prinsip ini mengajarkan kita untuk bersikap adil dan bijaksana.
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu mencari kebenaran dengan hati-hati dan adil dalam setiap perkara, Amin.