Kasih kepada Allah yang tak terlihat
1 Yohanes 4:20
Integritas Kasih
“Jika ada orang yang berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi membenci saudaranya, orang itu adalah penipu. Sebab, orang yang tidak dapat mengasihi saudaranya yang kelihatan, tidak dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan.”1 Yohanes 4:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”1 Yohanes 4:20 · TB
Terjemahan Baru
“Kalau seorang berkata, "Saya mengasihi Allah," tetapi ia tidak mengasihi saudaranya, orang itu pendusta. Sebab orang yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.”1 Yohanes 4:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau seseorang berkata, “Saya mengasihi Allah,” tetapi dia masih membenci saudaranya, berarti dia pembohong. Orang yang tidak mengasihi sesama manusia yang kelihatan tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan.”1 Yohanes 4:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“If a man say, I love God, and hateth his brother, he is a liar: for he that loveth not his brother whom he hath seen, how can he love God whom he hath not seen?”1 Yohanes 4:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Yohanes 4:20?
Ayat ini mengajarkan bahwa mengasihi Allah dan mengasihi sesama tidak bisa dipisahkan. Jika kita membenci saudara yang kelihatan, kita menipu diri sendiri jika mengaku mengasihi Allah yang tidak kelihatan.
Latar belakang
Tidak ada kesenjangan antara kasih kepada Allah dan kasih kepada saudara
Ini adalah tantangan keras. Jika Anda mengatakan Anda mengasihi Allah—Dia yang tidak terlihat, yang jauh, yang intim tetapi tidak ada di depan mata Anda—tetapi Anda membenci saudara Anda yang terlihat, yang ada di sini, yang nyata, maka Anda adalah seorang pembohong. Tidak ada jalan keluar. Tidak ada cara untuk menyamarkan itu. Kasih kepada Allah harus konsisten dengan kasih kepada saudara. Itu adalah tes integritas.
Di mana
Efesus
Komunitas di mana orang mungkin dapat menyamarkan ketidaktulusan mereka dengan tindakan kasat mata
Kapan
~95 M
Zaman ketika kesempurnaan religius eksternal bisa menyembunyikan ketidaktulusan internal
Yang berbicara
Yohanes
Rasul penulis, menghadapi ketidakjujuran dan memberikan standar integritas yang tidak dapat tertahankan.
Kepada
Orang percaya dalam komunitas
Mereka yang mungkin menunjukkan kasih kepada saudara mereka tetapi menyembunyikan ketidaksukaan kepada Allah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
λέγῃ ὅτι ἀγαπῶ τὸν θεόν
lége hóti agapṓ ton theon · says I love God
Mengatakan, mengklaim, berpura-pura bahwa dia mengasihi Allah—pernyataan verbal.
τὸν ἀδελφὸν αὐτοῦ μισῇ
ton adelphón autú mise · hates his brother
Membenci saudaranya—perasaan dan tindakan nyata yang menunjukkan yang sebaliknya dari apa yang diklaim.
ψεύστης
pseústes · liar
Pembohong; orang yang mengatakan yang tidak sesuai dengan kenyataan, yang tidak integral.
Integritas berarti kasih kepada Allah dan kasih kepada saudara tidak dapat dipisahkan. Jika ada ketidaksesuaian, itu adalah indikasi bahwa salah satu dari kasih itu tidak autentik. Anda tidak bisa menyamarkan ketidaktulusan.
Tahukah kamu
Yohanes menggunakan kata yang sangat kuat: 'penipu'
Dia tidak mengatakan 'Anda salah' atau 'Anda tidak cukup baik'. Dia mengatakan Anda adalah seorang penipu—Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda lakukan. Itu adalah tuduhan serius. Tetapi itulah intinya: tidak ada cara untuk berbohong tentang kasih kepada Allah dengan tetap membenci saudara. Itu akan selalu terbongkar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Yohanes 4:20
1 Yohanes 3:17-18
kasih kepada saudara dibuktikan dalam tindakan nyata, bukan hanya kata-kata
“Namun, apabila orang memiliki harta duniawi, dan melihat saudaranya sedang membutuhkan, tetapi menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah ada di dalam hatinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan kata-kata atau lidah, melainkan dengan perbuatan dan kebenaran”
Matius 22:37-40
dua hukum tentang kasih yang sama pentingnya dan tidak dapat dipisahkan
“Cinta kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terbesar dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, sama pentingnya dengan itu, ialah: Cinta kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”
Yohanes 15:9-12
kasih Kristus kepada murid-murid-Nya diwujudkan dalam kasih mereka kepada satu sama lain
“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tetaplah dalam kasih-Ku. Jika kamu menuruti perintah-perintah-Ku, kamu akan tinggal dalam kasih-Ku, sama seperti Aku telah menuruti perintah-perintah Bapa-Ku dan tinggal dalam kasih-Nya. Hal-hal ini telah Kukatakan kepadamu supaya kegembiraan-Ku menjadi penuh dalam kamu dan kegembiraan kamu menjadi penuh. Perintah-Ku itu ialah: hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Yohanes 4:20
✕ Sering dikira
Yohanes berkata jika Anda membenci seseorang, Anda tidak bisa mengasihi Allah, jadi Anda mungkin juga menyerah dan tidak mencoba.
✓ Yang sebenarnya
Sebaliknya, Yohanes menggunakan ini sebagai tes yang jujur untuk memeriksa diri sendiri. Jika Anda menemukan kebencian, itu adalah panggilan untuk memperbaharui hubungan Anda dengan Allah dan dengan saudara Anda melalui kasih sejati.
✕ Sering dikira
Ini berarti jika Anda memiliki konflik dengan seseorang, Anda tidak bisa percaya pada kasih Anda kepada Allah.
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada orang yang bisa mengasihi sempurna sepanjang waktu. Tetapi niat dan arah adalah penting. Jika Anda berniat untuk mengasihi saudara dan berusaha untuk mendamaikan, itu menunjukkan kasih kepada Allah yang sejati.
Renungan
Renungan Singkat 1 Yohanes 4:20
Periksa hubunganmu dengan orang lain. Apakah ada rasa benci atau dendam? Tindakan nyata mengasihi sesama adalah bukti kasih kita kepada Allah, bukan hanya ucapan.
Ya Allah, ampunilah jika aku mengaku mengasihi-Mu tetapi membenci saudaraku; ubah hatiku untuk mengasihi sesamaku seperti Engkau mengasihiku. Amin.