Daftar Keturunan Sasak

1 Tawarikh 8:22

Silsilah Suku Benyamin

Yispan, Eber, Eliel,

1 Tawarikh 8:22 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 8:22?

Ayat ini melanjutkan daftar keturunan Benyamin, menyebutkan Yispan, Eber, dan Eliel sebagai anak-anak Sasak. Ini adalah sebagian dari silsilah suku Benyamin yang menunjukkan perhatian penulis Tawarikh terhadap garis keturunan Israel.

Latar belakang

Nama-nama dalam Daftar

Ayat ini melanjutkan daftar keturunan Benyamin, khususnya anak-anak Sasak. Nama-nama seperti Yispan, Eber, dan Eliel dicatat sebagai bagian dari silsilah, menekankan pentingnya garis keturunan bagi identitas bangsa.

Di mana

Yerusalem

Dalam daftar silsilah

Kapan

~400 SM

Setelah pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kembali dari pembuangan
Pembangunan kembali Bait Suci
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan Yehuda pasca-pembuangan

U

Kepada

Umat Yehuda

Komunitas yang kembali dari Babel

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יִשְׁפָּן

Yishpan · Yispan

Mungkin berarti 'ia akan menutupi' atau 'pertama'

עֵבֶר

Ever · Eber

Berarti 'seberang' atau 'orang Ibrani'

אֱלִיאֵל

Eli'el · Eliel

Berarti 'Tuhanku adalah Allah'

Nama-nama ini bukan sekadar label; mereka membawa makna teologis dan historis yang mengingatkan bangsa akan hubungan mereka dengan Allah dan warisan mereka.

Tahukah kamu

Nama Bermakna

Eber berarti 'seberang' atau 'orang Ibrani', nama yang sama dengan nenek moyang Abraham, menunjukkan pengaruh tradisi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 8:22

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 8:22

✕  Sering dikira

Menganggap daftar nama ini tidak penting karena hanya nama.

✓  Yang sebenarnya

Silsilah sangat penting untuk mempertahankan warisan dan identitas umat.

✕  Sering dikira

Mengira semua nama ini tokoh terkenal.

✓  Yang sebenarnya

Banyak yang tidak dikenal, tetapi mereka tetap bagian dari rencana Allah.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 8:22

Tidak semua nama kita kenal, tetapi Tuhan mengenal setiap orang. Ini mengajarkan kita bahwa popularitas bukanlah ukuran nilai; di mata Tuhan, setiap orang penting. Marilah kita menghargai orang-orang di sekitar kita, siapa pun mereka.

Tuhan, ajari kami untuk menghargai setiap orang seperti Engkau menghargai kami. Amin.