Kematian Raja Nahas

1 Tawarikh 19:1

Daud dan Keturunan Amon

PerikopPeperangan Melawan Keturunan Amon dan Orang Aram · 1 Tawarikh 19:1-19 →
“Sesudah itu, Nahas, raja keturunan Amon, mati dan anaknya memerintah sebagai penggantinya.”

1 Tawarikh 19:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 19:1?

Ayat ini mencatat kematian Nahas, raja bani Amon, dan naiknya anaknya, Hanun, sebagai penggantinya. Ini menunjukkan pergantian kepemimpinan yang umum terjadi pada masa itu. Bagi Daud, kematian ini menjadi awal dari sikap hormatnya kepada keluarga Nahas, karena Nahas pernah baik kepadanya.

Latar belakang

Nahas Raja Amon Meninggal

Nahas, raja bani Amon, meninggal dan digantikan anaknya, Hanun. Daud mendengar kabar ini dan berniat menunjukkan kebaikan kepada Hanun, mengingat kebaikan Nahas kepadanya sebelumnya.

Di mana

Yerusalem

Istana Daud · siang hari

Kapan

~990 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud berkuasa penuh
Hanun hina utusan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan imam, ~400 SM

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat pasca-pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מות

mut · mati

mati, berakhirnya hidup

מלך

melekh · raja

raja, penguasa

בן

ben · anaknya

anak laki-laki

Kematian seorang raja mengubah peta politik; 'anak' yang menggantikan belum tentu mewarisi kebijaksanaan ayahnya.

Tahukah kamu

Nahas dalam Alkitab

Nahas adalah musuh Israel pada masa Saul (1 Samuel 11), tetapi kemudian tampaknya bersekutu dengan Daud. Kematiannya membuka babak baru konflik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 19:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 19:1

✕  Sering dikira

Menganggap Nahas selalu baik kepada Daud.

✓  Yang sebenarnya

Kebaikan Nahas mungkin terjadi belakangan; awal ia memusuhi Israel.

✕  Sering dikira

Mengira kematian ini terjadi segera setelah Daud menjadi raja.

✓  Yang sebenarnya

Peristiwa ini terjadi di akhir masa pemerintahan Daud, setelah banyak penaklukan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 19:1

Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari kehidupan. Kita dipanggil untuk tetap setia dalam setiap musim, termasuk saat ada perubahan. Kematian dan suksesi adalah momen yang bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kebaikan dan menghormati orang lain.

Tuhan, ajar kami untuk menghadapi perubahan dan kehilangan dengan hati yang penuh kasih dan keinginan untuk berbuat baik kepada sesama, Amin.