Pahlawan dari Asytarot

1 Tawarikh 11:44

Para Pahlawan Daud

Uzia, orang Asytarot; Syama dan Yeiel, anak-anak Hotam, orang Aroer;

1 Tawarikh 11:44 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Tawarikh 11:44?

Ayat ini melanjutkan daftar pahlawan Daud, menyebutkan Uzia, orang Asytarot, serta Syama dan Yeiel, anak-anak Hotam, orang Aroer. Mereka berasal dari berbagai daerah, menunjukkan bahwa kerajaan Daud menyatukan banyak suku dan wilayah.

Latar belakang

Uzia dari Asytarot

Ayat ini menyebut seorang pahlawan bernama Uzia yang berasal dari Asytarot, sebuah kota penting di wilayah Basan. Kehadirannya menunjukkan bahwa pasukan Daud menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai musuh.

Di mana

Yerusalem

Lokasi penulisan paling mungkin, Yerusalem

Kapan

~1000 SM

Kerajaan Daud

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Daud merebut Yerusalem
Daftar pahlawan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Tawarikh

Sejarawan pasca-pembuangan yang menekankan keagungan Daud

P

Kepada

Pembaca kitab Tawarikh

Umat Israel yang kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֻזִּיָּה

ʿUzziyyāh · Uzia

TUHAN adalah kekuatanku

אִישׁ

ʾîš · orang

laki-laki, pria

עַשְׁתָּרוֹת

ʿAštārôṯ · Asytarot

kota di Basan, juga nama dewi

Nama Uzia menegaskan bahwa kekuatan sejati datang dari Tuhan, bukan dari kota yang mungkin terkenal dengan penyembahan berhala.

Tahukah kamu

Kota Dewi Kesuburan

Asytarot adalah pusat pemujaan dewi Asytoret, dan nama kota ini bahkan muncul dalam dokumen Mesir kuno.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Tawarikh 11:44

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Tawarikh 11:44

✕  Sering dikira

Uzia adalah raja yang sama dengan Raja Uzia dalam kitab Raja-raja.

✓  Yang sebenarnya

Ini Uzia yang berbeda, karena hidup pada zaman Daud.

✕  Sering dikira

Asytarot adalah nama orang, bukan kota.

✓  Yang sebenarnya

Asytarot adalah kota di Basan, dan penduduknya disebut 'orang Asytarot'.

Renungan

Renungan Singkat 1 Tawarikh 11:44

Keberagaman latar belakang tidak menghalangi kerja sama dalam tim. Kita dipanggil untuk saling melengkapi, bukan bersaing, karena masing-masing punya peran unik dalam rencana Tuhan.

Tuhan, ajari kami menghargai perbedaan dan bekerja sama dengan mereka yang berbeda dari kami demi kemuliaan-Mu. Amin.