Pengudusan Pelataran Bait
1 Raja-raja 8:64
Dedikasi Bait Suci
PerikopSalomo Memindahkan Tabut Perjanjian ke Bait TUHAN · 1 Raja-raja 8:1-66 →“Pada hari itu, raja juga menguduskan pelataran tengah yang berada di depan bait TUHAN, karena di sanalah dia mempersembahkan kurban-kurban bakaran, kurban-kurban sajian, dan lemak dari kurban-kurban perdamaian, sebab mazbah tembaga yang ada di hadapan TUHAN itu terlalu kecil untuk memuat kurban-kurban bakaran, kurban-kurban sajian, serta lemak dari kurban-kurban perdamaian.”1 Raja-raja 8:64 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada hari itu juga raja menguduskan pertengahan pelataran yang di depan rumah TUHAN, sebab di situlah ia mempersembahkan korban bakaran, korban sajian dan segala lemak korban keselamatan, sebab mezbah tembaga yang di hadapan TUHAN itu terlalu kecil untuk memuat korban bakaran dan korban sajian dan segala lemak korban keselamatan itu.”1 Raja-raja 8:64 · TB
Terjemahan Baru
“Hari itu juga Salomo meresmikan bagian tengah pelataran yang di depan Rumah TUHAN itu. Kemudian di pelataran itu ia mempersembahkan kurban bakaran, kurban gandum, dan lemak binatang untuk kurban perdamaian. Semua itu dipersembahkannya di situ karena mezbah perunggu terlalu kecil untuk semua persembahan itu.”1 Raja-raja 8:64 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada hari itu juga, Salomo menyucikan bagian tengah halaman di depan rumah TUHAN. Tempat itu dia gunakan untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, dan lemak dari kurban tanda damai, karena mezbah kurban bakaran di depan rumah TUHAN tidak cukup untuk menampung semua kurban persembahan itu.”1 Raja-raja 8:64 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The same day did the king hallow the middle of the court that was before the house of the LORD: for there he offered burnt offerings, and meat offerings, and the fat of the peace offerings: because the brasen altar that was before the LORD was too little to receive the burnt offerings, and meat offerings, and the fat of the peace offerings.”1 Raja-raja 8:64 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 8:64?
Raja menguduskan pelataran tengah untuk tempat kurban karena mazbah tembaga terlalu kecil untuk menampung semua kurban. Ini menunjukkan banyaknya persembahan dan antusiasme umat pada saat penahbisan bait.
Latar belakang
Pelataran Dikuduskan
Pada hari yang sama, Salomo menguduskan pelataran tengah di depan bait karena mezbah tembaga terlalu kecil untuk menampung semua kurban. Dia mempersembahkan kurban bakaran, sajian, dan lemak di sana, menunjukkan kemurahan hati dan pengabdian yang luar biasa.
Di mana
Yerusalem
Pelataran Bait Suci
Kapan
~950 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Sejarawan Alkitab, mencatat peristiwa kerajaan
Kepada
Pembaca
Umat Israel dan pembaca Alkitab
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָצֵר
chatser · pelataran
halaman atau area terbuka di dalam kompleks bait
קָדַשׁ
qadash · menguduskan
memisahkan atau mengkhususkan untuk tujuan kudus
מִזְבֵּחַ
mizbeach · mazbah
tempat untuk mempersembahkan korban
Menguduskan bukan hanya ritual, tetapi tindakan memisahkan sesuatu untuk Tuhan. Pelataran yang dikuduskan menandakan bahwa seluruh area bait, bahkan yang lebih luas, menjadi tempat kudus bagi Allah.
Tahukah kamu
Mezbah Tembaga
Mezbah tembaga yang disebut di sini adalah mezbah yang dibuat oleh Bezaleel untuk Kemah Suci (Keluaran 38:1-7), yang dipindahkan ke Bait Suci.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 8:64
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 8:64
✕ Sering dikira
Menganggap pengudusan pelataran berarti pelataran itu tidak bisa digunakan orang biasa lagi.
✓ Yang sebenarnya
Pengudusan berarti dikhususkan untuk tujuan kudus, bukan berarti ditutup untuk umum; orang bisa beribadah di sana.
✕ Sering dikira
Berpikir mezbah tembaga terlalu kecil karena Salomo pelit atau karena desain yang salah.
✓ Yang sebenarnya
Mezbah itu sesuai ukuran Kemah Suci, tetapi kurban yang dipersembahkan begitu banyak sehingga perlu pelataran untuk menampungnya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 8:64
Terkadang kita perlu memperluas 'ruang' untuk Tuhan dalam hidup kita, seperti Salomo memperluas tempat kurban. Sudahkah kita memberi ruang lebih bagi Tuhan di tengah kesibukan kita?
Tuhan, perluas hatiku untuk lebih banyak beribadah dan melayani-Mu. Amin.