Salomo meletakkan fondasi Bait Suci
1 Raja-raja 6:1
Salomo membangun Bait Suci
“Pada tahun ke-480 setelah keturunan Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun ke-4 pemerintahan Raja Salomo atas Israel, pada bulan Ziw, yaitu pada bulan ke-2, dia mulai membangun bait TUHAN.”1 Raja-raja 6:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.”1 Raja-raja 6:1 · TB
Terjemahan Baru
“Salomo mulai membangun Rumah TUHAN pada bulan Ziw, yaitu bulan kedua, dalam tahun keempat pemerintahannya, 480 tahun setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir.”1 Raja-raja 6:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pembangunan rumah TUHAN dimulai pada bulan Mei tahun keempat pemerintahan Raja Salomo. Hal ini terjadi 480 tahun sesudah bangsa Israel meninggalkan Mesir.”1 Raja-raja 6:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass in the four hundred and eightieth year after the children of Israel were come out of the land of Egypt, in the fourth year of Solomon’s reign over Israel, in the month Zif, which is the second month, that he began to build the house of the LORD.”1 Raja-raja 6:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 6:1?
Ayat ini menandai dimulainya pembangunan bait Allah oleh Raja Salomo, tepatnya 480 tahun setelah bangsa Israel keluar dari Mesir dan pada tahun keempat pemerintahan Salomo. Ini menunjukkan bahwa pembangunan bait itu merupakan momen bersejarah yang dinanti-nantikan, sebagai puncak perjalanan spiritual Israel dan penggenapan janji Tuhan kepada Daud.
Latar belakang
Waktu yang Tepat
Ayat ini menandai dimulainya pembangunan Bait Suci oleh Raja Salomo. Disebutkan secara spesifik tahun ke-480 setelah Keluaran, menegaskan bahwa peristiwa ini adalah puncak dari sejarah Israel. Pembangunan dimulai pada bulan Ziw, bulan kedua dalam kalender Ibrani.
Di mana
Yerusalem
Gunung Bait Suci, kota Yerusalem
Kapan
~966 SM
Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Sejarawan Israel kuno, ~950 SM
Kepada
Umat Israel
Pembaca masa kini dan masa lampau
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּנָה
banah · membangun
Mendirikan, membangun secara fisik maupun metaforis.
בַּיִת
bayit · bait
Rumah, tempat tinggal, juga digunakan untuk istana atau kuil.
יָצָא
yatsa · keluar
Keluar, pergi dari suatu tempat.
Kata 'bait' (bayit) mengingatkan bahwa Bait Suci adalah 'rumah' Tuhan, bukan sekadar bangunan. Kata 'membangun' (banah) menunjukkan tindakan aktif Salomo, dan 'keluar' (yatsa) menghubungkan pembangunan dengan peristiwa Keluaran.
Tahukah kamu
480 tahun: Angka Simbolis?
Angka 480 mungkin simbolis: 12 generasi × 40 tahun, melambangkan periode kepemimpinan dan pengujian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 6:1
Keluaran 12:41
Keluaran dari Mesir
“Pada akhir 430 tahun, tepat pada hari itu juga, semua pasukan TUHAN keluar dari tanah Mesir.”
2 Tawarikh 3:1-2
Paralel langsung
“Salomo mulai membangun bait TUHAN di Yerusalem di gunung Moria, ... pada bulan kedua, pada hari kedua.”
1 Raja-raja 6:38
Kontras durasi
“Pada tahun ke-11, pada bulan Bul, yaitu bulan ke-8, bait itu diselesaikan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 6:1
✕ Sering dikira
Menganggap 480 tahun sebagai angka literal yang pasti tanpa perhitungan kronologis yang rumit.
✓ Yang sebenarnya
Angka ini mungkin simbolis, dan para ahli masih memperdebatkan kronologi pastinya.
✕ Sering dikira
Mengira pembangunan dimulai segera setelah Salomo menjadi raja.
✓ Yang sebenarnya
Pembangunan dimulai pada tahun ke-4 pemerintahan Salomo, setelah konsolidasi kekuasaan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 6:1
Ayat ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan besar bagi Tuhan sering kali membutuhkan waktu persiapan yang panjang dan ketepatan waktu yang Tuhan atur. Kita dapat belajar untuk sabar dan setia dalam proses, percaya bahwa Tuhan memiliki rencana dan waktu yang sempurna.
Tuhan, ajari aku untuk menghargai waktu dan persiapan yang Engkau berikan dalam hidupku, dan berikan aku kesabaran untuk menantikan rencana-Mu yang sempurna. Amin.