Benhadad bersimpuh di hadapan Ahab
1 Raja-raja 20:31
Ahab mengampuni musuh yang sombong
“Pelayan-pelayannya berkata kepadanya, “Lihatlah sekarang, kami telah mendengar bahwa raja-raja kaum Israel adalah raja yang pemurah. Sekarang, marilah kita menaruh kain kabung pada pinggang kita dan tali-tali pada kepala kita, lalu keluar menghadap raja Israel. Mungkin, dia mau membiarkanmu hidup.””1 Raja-raja 20:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Ketahuilah, kami telah mendengar, bahwa raja-raja kaum Israel itu adalah raja-raja pemurah. Marilah kita menaruh kain kabung pada pinggang kita dan tali pada kepala kita, dan dengan demikian keluar menghadap raja Israel; barangkali ia akan menyelamatkan nyawamu."”1 Raja-raja 20:31 · TB
Terjemahan Baru
“Para perwiranya datang kepadanya dan berkata, "Kata orang, raja-raja Israel adalah raja-raja yang berbelaskasihan. Karena itu, izinkanlah kami menghadap raja Israel dengan memakai kain karung sebagai tanda penyesalan dan tali di leher sebagai tanda takluk. Mudah-mudahan ia tidak membunuh Baginda."”1 Raja-raja 20:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Para pegawainya berkata kepada Ben Hadad, “Menurut cerita-cerita yang pernah kami dengar, raja-raja Israel itu murah hati. Karena itu izinkanlah kami menemui raja Israel dengan merendahkan diri. Kami akan memakai kain karung dan melilitkan dengan tali di kepala. Dengan begitu mungkin saja dia berbelas kasihan dan tidak membunuh Tuan.””1 Raja-raja 20:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his servants said unto him, Behold now, we have heard that the kings of the house of Israel are merciful kings: let us, I pray thee, put sackcloth on our loins, and ropes upon our heads, and go out to the king of Israel: peradventure he will save thy life.”1 Raja-raja 20:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 20:31?
Pelayan-pelayan Benhadad menyarankan untuk merendahkan diri: memakai kain kabung dan tali di kepala sebagai tanda penyesalan dan permohonan belas kasihan, lalu menghadap raja Israel. Mereka berharap Ahab akan menunjukkan belas kasihan, karena mereka mendengar bahwa raja-raja Israel dikenal pemurah.
Latar belakang
Raja Aram mencari celah
Benhadad kalah telak dan bersembunyi di kamar. Para pelayannya menyarankan untuk memohon belas kasihan karena raja Israel dikenal pemurah. Mereka memakai kain kabung dan tali sebagai tanda kerendahan.
Di mana
Afek
Di dalam kamar terpencil, kota Afek
Kapan
~850 SM
Kerajaan Terpecah (931–586 SM)
Yang berbicara
Para pelayan Benhadad
Penasihat raja Aram, ~40 tahun
Kepada
Benhadad
Raja Aram, ~40 tahun, sedang bersembunyi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מְלָכִים
melakhim · raja-raja
raja-raja, jamak dari 'melech'
חֶסֶד
khesed · pemurah
kasih setia, kemurahan
שַׂק
saq · kain kabung
kain kasar, simbol duka
Istilah 'khesed' dipakai untuk menunjukkan reputasi raja Israel yang penuh kasih setia. Para pelayan berharap khesed ini menjadi peluang hidup.
Tahukah kamu
Kain kabung dan tali kepala
Kain kabung (goni) dan tali di kepala adalah tanda berkabung atau merendahkan diri di Timur Tengah kuno.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 20:31
Mazmur 103:8
Pemurah dan penyayang
“TUHAN adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”
1 Raja-raja 8:23
Khesed
“Engkau menyimpan perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu.”
Rut 1:8
Kasih setia
“Kiranya TUHAN menunjukkan kasih setia-Nya kepadamu seperti kamu menunjukkan kepada orang-orang yang telah mati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 20:31
✕ Sering dikira
Ahab dianggap selalu pemurah kepada semua orang.
✓ Yang sebenarnya
Ini strategi politik, bukan karakter sejati; Ahab hanya mementingkan keuntungan.
✕ Sering dikira
Kain kabung selalu berarti bertobat dari dosa.
✓ Yang sebenarnya
Di sini hanya alat merendahkan diri untuk negosiasi, bukan tanda pertobatan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 20:31
Kita bisa belajar bahwa mengakui kesalahan dan merendahkan diri di hadapan orang lain bisa membuka pintu pengampunan. Kadang kita perlu berani meminta maaf secara konkret, bukan hanya dengan kata-kata.
Ya Tuhan, ajari kami untuk rendah hati dan berani meminta maaf ketika kami salah, serta membuka hati untuk mengampuni seperti Engkau mengampuni kami. Amin.