Elia Mengumumkan Kekeringan
1 Raja-raja 17:1
Elia dan Janda di Sarfat
PerikopElia dan Musim Kemarau · 1 Raja-raja 17:1-24 →“Elia, orang Tisbe, seorang pendatang dari Gilead berkata kepada Ahab, “Demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang aku layani, pada tahun-tahun ini tidak akan ada embun atau hujan, kecuali menurut firman yang kuucapkan.””1 Raja-raja 17:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."”1 Raja-raja 17:1 · TB
Terjemahan Baru
“Adalah seorang nabi bernama Elia. Ia berasal dari Tisbe, suatu kota di wilayah Gilead. Pada suatu hari ia datang kepada Raja Ahab dan berkata, "Demi TUHAN yang hidup, Allah yang disembah orang Israel dan yang saya layani, saya memberitahukan kepada Tuan bahwa selama dua atau tiga tahun yang berikut ini tidak akan ada embun atau hujan sedikit pun, kecuali kalau saya mengatakannya."”1 Raja-raja 17:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada masa pemerintahan Ahab, ada seorang nabi bernama Elia dari kota Tisbe di daerah Gilead. Elia menyampaikan pesan TUHAN kepada Ahab, “Saya berkata atas nama TUHAN, Allah Israel yang hidup dan yang saya layani: Selama beberapa tahun mendatang tidak akan ada embun ataupun hujan kecuali saya yang memberi izin.””1 Raja-raja 17:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Elijah the Tishbite, who was of the inhabitants of Gilead, said unto Ahab, As the LORD God of Israel liveth, before whom I stand, there shall not be dew nor rain these years, but according to my word.”1 Raja-raja 17:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 17:1?
Elia, seorang nabi dari Gilead, dengan berani menyampaikan firman Tuhan kepada Raja Ahab bahwa tidak akan ada embun atau hujan kecuali atas perintahnya. Ini menunjukkan otoritas ilahi yang diberikan kepada Elia untuk berbicara atas nama Tuhan.
Latar belakang
Elia Menghadap Ahab
Elia tiba-tiba muncul di hadapan Raja Ahab dan menyampaikan firman Tuhan bahwa tidak akan ada embun atau hujan selama bertahun-tahun, kecuali atas perintahnya. Ini adalah pernyataan konfrontatif yang menantang kuasa Baal, dewa hujan bangsa Kanaan.
Di mana
Samaria (istana)
Di hadapan raja di istana, siang hari
Kapan
~860 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Elia
Nabi dari Tisbe, ~900 SM, pemberani dan setia
Kepada
Raja Ahab
Raja Israel yang jahat, menyembah Baal
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
גֶּשֶׁם
geshem · hujan
hujan lebat, sering dikaitkan dengan berkat atau murka Allah
טַל
tal · embun
embun, kelembapan malam yang penting untuk tanaman
דָּבָר
davar · firman
perkataan, perkara, atau firman yang penuh kuasa
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kuasa Elia bukan dari dirinya sendiri, melainkan dari firman Allah yang mengendalikan alam. Embun dan hujan adalah berkat yang biasa, tetapi kekeringan adalah tanda penghakiman atas penyembahan berhala.
Tahukah kamu
Tisbe di Gilead
Tisbe mungkin terletak di sebelah timur Yordan, dan Elia disebut 'orang Tisbe' yang menunjukkan asal usulnya yang sederhana.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 17:1
Ulangan 11:16-17
peringatan hukuman
“Hati-hatilah, supaya jangan hatimu tertipu; ... maka Ia menutup langit, sehingga tidak ada hujan”
Yakobus 5:17
kuasa doa
“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia berdoa sungguh-sungguh supaya hujan tidak turun”
Lukas 4:25
kisah Elia
“Sesungguhnya ada banyak janda di Israel pada zaman Elia, ketika langit tertutup selama tiga tahun”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 17:1
✕ Sering dikira
Elia memiliki kuasa sendiri untuk menahan hujan
✓ Yang sebenarnya
Elia hanya menyampaikan firman Tuhan; kuasa sebenarnya milik Allah.
✕ Sering dikira
Ayat ini tidak relevan bagi kita
✓ Yang sebenarnya
Ini mengajarkan tentang kesetiaan dan ketaatan dalam melayani Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 17:1
Keberanian Elia mengingatkan kita untuk berani menyampaikan kebenaran, bahkan saat berhadapan dengan mereka yang berkuasa. Percayalah bahwa Tuhan memampukan kita untuk setia pada panggilan-Nya, apa pun risikonya.
Tuhan, berikan aku keberanian seperti Elia untuk menyampaikan kebenaran-Mu dengan setia, walau harus menghadapi tantangan. Amin.