Bawaan untuk Nabi

1 Raja-raja 14:3

Rencana Penyamaran

Bawalah sepuluh roti dalam tanganmu, dan kue kismis, dan sebuli madu, lalu pergilah kepadanya. Dia akan memberitahumu apa yang akan terjadi pada anak ini.”

1 Raja-raja 14:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 14:3?

Yerobeam menyuruh istrinya membawa persembahan berupa roti, kue kismis, dan madu kepada nabi Ahia. Ini adalah cara untuk meminta petunjuk tentang nasib anaknya yang sakit.

Latar belakang

Pemberian untuk Nabi

Yerobeam menyuruh istrinya membawa sepuluh roti, kue kismis, dan sebotol madu sebagai hadiah untuk nabi. Ini adalah persembahan yang lazim bagi seorang nabi, tetapi juga menunjukkan bahwa Yerobeam mencari petunjuk dari manusia, bukan dari Tuhan.

Di mana

Tirza

Istana, sebelum berangkat

Kapan

~910 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Instruksi diberikan
Datang ke Ahia
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yerobeam

raja Israel utara, mantan hamba Salomo

I

Kepada

Istri Yerobeam

ratu, ibu pangeran yang sakit

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לחם

lechem · roti

roti, makanan

צמוק

tsimmuq · kue kismis

kismis, kue manis

דבש

devash · madu

madu, manis

Ketiga makanan ini menunjukkan kemewahan dan harapan Yerobeam untuk mendapat jawaban baik dari nabi. Namun, Tuhan menembus penyamaran dan memberikan pesan yang keras.

Tahukah kamu

Hadiah Nabi

Membawa makanan kepada nabi adalah kebiasaan umum, seperti memberi persembahan kepada orang suci.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 14:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 14:3

✕  Sering dikira

Mengira pemberian ini adalah bentuk suap kepada nabi.

✓  Yang sebenarnya

Ini adalah penghormatan umum, tetapi tidak menyuap Tuhan.

✕  Sering dikira

Menganggap banyaknya hadiah menunjukkan kesalehan Yerobeam.

✓  Yang sebenarnya

Ini hanya upaya memanfaatkan nabi, bukan pertobatan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 14:3

Kita mungkin membawa berbagai hal ke hadapan Tuhan, tetapi yang terpenting adalah kerendahan hati untuk mendengar jawaban-Nya, bukan hanya formalitas persembahan.

Bapa, mampukan aku mendekat kepada-Mu dengan tulus, bukan sekadar ritual. Ajari aku untuk membawa pergumulanku dengan hati yang rendah dan siap menerima kehendak-Mu. Amin.