Hamba-hamba tunduk kepada tuannya dengan hormat
1 Petrus 2:18
Penderitaan Kristus sebagai teladan—dari perbudakan menjadi pembebasan
“Hamba-hamba, tunduklah kepada tuanmu dengan segala hormat. Bukan hanya kepada mereka yang baik dan lemah lembut, tetapi juga kepada mereka yang tidak adil.”1 Petrus 2:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.”1 Petrus 2:18 · TB
Terjemahan Baru
“Saudara-saudara yang menjadi pelayan, tunduklah kepada majikanmu dengan sehormat-hormatnya; bukan hanya kepada mereka yang baik hati dan peramah, tetapi juga kepada mereka yang kejam.”1 Petrus 2:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kepada Saudara-saudari yang menjadi budak, hendaklah kamu mengikuti kemauan majikanmu dengan penuh hormat, bukan hanya pada waktu mereka bersikap baik, tetapi juga pada waktu mereka bersikap kejam.”1 Petrus 2:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Servants, be subject to your masters with all fear; not only to the good and gentle, but also to the froward.”1 Petrus 2:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Petrus 2:18?
Ayat ini berbicara kepada para hamba (yang dalam konteks zaman itu adalah budak) agar tunduk kepada tuan mereka, bukan hanya yang baik, tetapi juga yang tidak adil. Ini mengajarkan sikap rendah hati dan ketaatan yang didasarkan pada Tuhan, bukan pada kondisi yang menyenangkan.
Latar belakang
Perbudakan yang ditingkatkan oleh iman
'Hamba-hamba, tunduklah kepada tuanmu dengan segala hormat. Bukan hanya kepada mereka yang baik dan lemah lembut, tetapi juga kepada mereka yang tidak adil.' Ini adalah instruksi yang goyah bagi orang-orang Kristen yang adalah budak. Mereka diminta untuk tunduk tidak hanya kepada tuannya yang baik tetapi juga kepada yang 'tidak adil'. Ini bukan persetujuan terhadap ketidakadilan tetapi komitmen untuk mempertahankan hormat dan integritas bahkan dalam situasi yang tidak adil. Petrus akan menerangkan bahwa motif mereka adalah meniru Kristus, yang menderita secara tidak adil tetapi tetap hormat dan tidak balas dendam.
Di mana
Asia Kecil—rumah-rumah di mana perbudakan adalah norma sosial
Sistem perbudakan Romawi yang mendefinisikan kehidupan banyak orang Kristen
Kapan
~60-62 M
Orang-orang Kristen yang adalah budak belajar cara menjalani iman mereka dalam perbudakan
Yang berbicara
Petrus
Rasul yang berbicara tentang penderitaan Kristus sebagai contoh
Kepada
Hamba-hamba (budak) dalam masyarakat Romawi
Mereka yang berada dalam hubungan perbudakan sipil tetapi mengalami kebebasan rohani
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
δοῦλος
doûlos · servants
hamba, budak; dalam konteks Romawi, orang yang dimiliki secara hukum oleh orang lain
φόβος
phóbos · respect
rasa hormat, ketakutan yang menghormati; respek yang mendalam
σκολιός
skoliós · unjust
bengkok, miring, tidak adil; mereka yang tidak jujur dalam perlakuan mereka
Bahkan dalam situasi yang tidak adil secara inheren, orang-orang Kristen diminta untuk mempertahankan hormat dan integritas. Ini adalah testamen terhadap kuasa iman.
Tahukah kamu
Perbudakan Romawi dan kehidupan Kristen
Perbudakan Romawi adalah institusi kompleks yang bervariasi dalam ketahannya dari turun-temurun tetapi bisa menjadi sangat kejam. Beberapa budak memiliki tuannya yang baik; banyak yang tidak. Petrus berbicara kepada keduanya—mereka yang memiliki tuannya yang baik dapat merasa diberkati, tetapi mereka yang memiliki tuannya yang tidak adil juga didorong untuk tetap bertahan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Petrus 2:18
Kolose 3:22
Paulus memberikan nasihat yang sama kepada budak Kristen
“Hamba-hamba, taatilah dalam segala hal kepada mereka yang adalah tuan kamu di dunia”
Efesus 6:5-8
Paulus menekankan bahwa ketaatan kepada tuannya adalah ketaatan kepada Kristus
“Hamba-hamba, taatilah kepada tuan-tuan kamu dengan takut dan gentar”
1 Timotius 6:1
Tema yang konsisten dalam surat-surat Paulus tentang hormat budak kepada tuannya
“Hamba-hamba yang berada di bawah kuk harus menganggap tuannya paling layak untuk dihormati”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Petrus 2:18
✕ Sering dikira
"Petrus menyetujui perbudakan"
✓ Yang sebenarnya
Petrus tidak menyetujui perbudakan; dia mengajar orang-orang Kristen cara menjalani iman mereka dalam situasi yang mereka tidak dapat mengubah dengan segera.
✕ Sering dikira
"Petrus mengatakan budak harus mentoleransi perlakuan yang kejam"
✓ Yang sebenarnya
Petrus mengajar tentang hormat dan integritas, bukan tentang menerima kekerasan. Di konteks yang lebih luas, Kristianitas akan akhirnya mengarah pada pembebasan budak.
Renungan
Renungan Singkat 1 Petrus 2:18
Mungkin kita tidak menjadi budak, tapi prinsip ini bisa diterapkan dalam hubungan kerja atau otoritas lain. Bagaimana sikap kita kepada atasan yang galak? Mari belajar untuk tetap bertanggung jawab dan bersikap hormat, bukan karena manusia, tapi karena Tuhan melihat hati kita.
Ya Tuhan, ajar aku untuk tetap setia dan menghormati otoritas, sekalipun diperlakukan tidak adil. Beri aku kekuatan untuk melakukan yang benar. Amin.